Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

Hacker Indonesia Peretas Situs Australia Mulai Dihancurkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Pihak Australia dan sekutunya nampaknya mulai tidak senang dengan kehadiran para peretas Indonesia yang tergabung dalam Anonymous Indonesia karena terus-menerus merongrong wibawa pemerintah Australia dan terutama merusak situs-situs penting Australia. Karena itu, Australia dan sekutunya, terutamanya Amerika Serikat mulai menekan jejaring sosial seperti Facebook untuk menutup akun-akun yang dipakai untuk koordinasi serangan para hacker.

Ini dapat terlihat dengan dihapusnya fans page hacker Indonesia dari akun sosial media tersebut. Komunikasi para hacker melalui Indonesia Security Down Team dengan hastag #stopspyingonIndonesia. Namun begitu bukans ekadar dihapus, teknik intelijen tingkat tinggi juga dipakai dimana kemudian dibuat fans page palsu yang nantinya menjadi semacam perangkap bagi para hacker yang bergabung dan menyerang sesuai perintah fans page palsu itu untuk kemudian dapat diajukan ke pengadilan internasional.

Kerja sama Facebook dengan intelijen Amerika Serikat memang bukan baru, sehingga penghapusan ini fans page ini pasti merupakan atas upaya campur tangan AS melalui NSA maupun FBI, yang merupakan sekutu Australia menurut perjanjian UKUSA, yang kemudian disebut dengan kehadiran "Lima Mata (Five Eyes)" yang terdiri dari Australia, AS, Kanada, Selandia Baru dan Inggris.

Meski begitu, para hacker Indonesia nampaknya tidak kehilangan akal. Akun Twitter bisa dijadikan saran berkomunikasi, selain membuat akun fans page baru di Facebook lagi. Apakah akun Twitter Indonesia Security Down Team akan menyusul nasib fans page Facebook yang dihapus atau tidak, hingga kini akun masih berfungsi seperti biasa. 

Pihak hacker sendiri mengaku sudah mengajukan banding atas penutupan tersebut, namun mendapat respons. "Kami dah ajukan banding, namun belum ada respons dari pihak Facebook," demikian tulis admin akun para hacker anonymous tersebut dalam akun Twitter nya.