Search
Rabu 19 Mei 2021
  • :
  • :

Hadirkan fitur uVoice dan kompetisi Syiar Digital Indonesia 2021, umma mengajak masyarakat muslim Indonesia Upgrade Iman selama Ramadhan 1442H

MAJALAH ICT – Jakarta. Mengedepankan keutamaan bulan suci Ramadhan, umma terus mengajak masyarakat muslim Indonesia untuk #CobaDuluAja menjadi umat yang lebih baik dengan memaksimalkan ibadah di rumah melalui teknologi digital.  Solusi terbaru yang diluncurkan di aplikasi umma pada Ramadhan 1442H ini meliputi fitur podcast bernama uVoice, serta beragam fitur lainnya yang mendukung umat berbagi kebaikan dan meng-upgrade keimanan masing-masing.

CEO & Co-Founder umma Indra Wiralaksmana mengatakan, “Momen Ramadhan adalah momen upgrade diri dan iman.  Sebagai salah satu cara mendukung hal tersebut, umma menghadirkan layanan uVoice yang berisikan podcast dari beragam pendakwah, komunitas, masjid dan content creator lainnya dengan topik yang variatif dan informatif.   Konten-konten podcast di uVoice dikemas secara menarik dan asyik untuk disimak di manapun dan kapanpun.  Selain sebagai solusi dalam mendukung umat Islam menjadi muslim yang lebih baik melalui konten-konten podcast, uVoice juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan pendakwah dan content creator muslim lainnya dalam memperluas jangkauan syiarnya.  Hal ini sejalan dengan posisi umma sebagai wadah bagi komunitas muslim Indonesia dalam memajukan syiar dan ekosistem keislaman di tanah air.”

Di tengah banyaknya konten agama di media digital, masyarakat masih membutuhkan lebih banyak figur berilmu agama untuk dikembangkan dan diangkat ke hadapan publik.  Penelitian Alvara pada tahun 2019 menunjukkan 78% umat Islam Indonesia lintas generasi masih menjadikan Ustaz dan Ulama sebagai sumber info keagamaan utama.  Oleh karena itu, melalui fitur uVoice, umma sebagai aplikasi komunitas dan gaya hidup muslim tidak hanya memudahkan pengguna untuk mendengarkan berbagai macam materi keislaman, namun juga memudahkan para pendakwah, tokoh Inspiratif, dan content creator muslim lainnya untuk berkreasi dan berbagi kebaikan dengan mudah, hingga membangun komunitas digital dalam satu platform.

“Tidak hanya pendakwah, content creator muslim lainnya memiliki peluang mendapat eksposur dan membangun komunitas yang lebih luas dengan memanfaatkan keunggulan umma sebagai platform pilihan masyarakat muslim Indonesia untuk beribadah dan berbagi kebaikan.  Selain menyediakan eksposur dan fitur untuk membangun komunitas dan meningkatkan follower, umma juga mendorong pemberdayaan finansial para podcaster di uVoice melalui fitur infaq di dalam channel uVoice masing-masing podcaster yang sudah tergabung di uVoice,” tambah Indra.  Per Maret 2021, aplikasi umma telah diunduh oleh lebih dari 10,8 juta pengguna.  Dengan demikian, setiap content creator yang tergabung memiliki peluang membangun komunitas yang sangat besar melalui aplikasi umma.

Hingga awal April 2021, uVoice menyajikan lebih dari 300 konten yang terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu Kajian Keislaman, murottal Al-Qur’an, Masjid dan topik-topik non-kajian seperti gaya hidup muslim.  uVoice telah didukung oleh lebih dari 100 podcaster seperti Ustaz Hanan Attaki, Ustaz Fikri Haikal MZ, Ustaz Taufik Al Miftah, Rigen Rakelna, Amritsa Raje, Zein Permana, Imas Karyamah serta beragam komunitas, masjid serta content creator lainnya.  umma terus mengundang pendakwah dan content creator muslim untuk memanfaatkan uVoice dalam memperluas jangkauan syiar.

Indra menambahkan, “Melalui uVoice, umma juga mendukung pemberdayaan masjid melalui digitalisasi konten dakwah ke dalam podcast.  Dakwah seperti kajian atau khotbah Jum’at yang biasanya dilakukan di lingkup masjid dan mimbar kajian, dan hanya bisa melibatkan umat yang hadir di tempat, kini bisa diakses melalui media podcast di uVoice oleh jutaan umat dari penjuru negeri yang hadir di aplikasi umma setiap harinya.  Dengan demikian, masjid secara efektif memiliki komunitas digital di dalam uVoice.  Kini lebih dari 50 masjid besar di Jabodetabek, Bandung dan sekitarnya telah bergabung, dan nantinya masjid-masjid lainnya di seluruh Indonesia.”

Salah satu pendakwah, Ustaz Fikri Haikal MZ yang juga menjadi content creator umma menambahkan, “Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat bagi seorang muslim untuk menjadi pribadi muslim dan umat yang lebih baik lagi.  Sebagai pendakwah, kami sangat mendukung inisiatif umma sebagai platform komunitas muslim terdepan yang memudahkan pendakwah maupun content creator muslim untuk menjangkau umat dengan format digital yang lebih relevan di tengah masyarakat.  Selain itu, harapannya umma dapat terus melestarikan konten-konten dakwah yang pernah disampaikan sebelumnya oleh pendakwah terdahulu seperti almarhum ayah saya, yaitu KH. Zainuddin MZ ke dalam teknologi digital, sehingga tetap terus dikonsumsi oleh umat seiring kemajuan teknologi.”

Demi memajukan ekosistem syiar di tanah air, umma juga terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas pendakwah dan content creator muslim di era digital.  Untuk itu umma menghadirkan kompetisi Syiar Digital Indonesia 2021 yang berjalan sejak Februari hingga Mei 2021.  Dengan tema “Cakap Digital, Cermat Bersyiar”, umma melakukan penjaringan bakat-bakat syiar Islami melalui konten digital yang dibuka untuk masyarakat umum.  Kompetisi ini telah menjaring masyarakat umum dengan total peserta lebih dari 600 dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar Indonesia.  Memasuki babak akhir di Ramadhan ini, finalis kompetisi Syiar Digital Indonesia 2021 berkesempatan memngembangkan podcast masing-masing menjadi konten uVoice yang merupakan salah satu kriteria penilaian kompetisi.  Sehingga harapannya kompetisi ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan eksposur dan jangkauan pendengar yang lebih luas lagi.

“Sebagai platform digital umat Islam yang Rahmatan lil Alamin, umma mendorong banyak ustaz, pendakwah dan content creator untuk menjangkau jamaah lebih luas lagi melalui teknologi.  Pengembangan fitur syiar digital uVoice saat ini hadir sebagai kelanjutan dari kesuksesan berbagai fitur lainnya di aplikasi umma yang mendukung para content creator untuk menyebarkan syiar dengan skala yang lebih masif.  Dengan terus mendengarkan masukan dan kebutuhan pengguna, pada akhirnya umma dapat hadir bagi umat sebagai inkubator bagi content creator muslim secara berkelanjutan,” tutup Indra.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *