Search
Selasa 18 Juni 2024
  • :
  • :

Hari Bakti Postel ke-71: Revolusi Digital Menuju Indonesia Hebat

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hadir sekaligus menjadi pemimpin upacara Hari Bakti Postel ke-71 di Museum Pos Indonesia Bandung, Selasa (27/9/2016). Rudiantara mengingatkan agar peringatan ini jangan semata-mata dimaknai dari sisi seremoni dan nostalgia semata.

"Para pendahulu kita tersebut telah dengan gagah berani memperjuangkan hak kemerdekaan kita dengan sangat cerdas dan visioner. Mereka melihat bahwa sektor postel merupakan sektor strategis yang sangat penting bagi masa depan bangsa yang saat itu baru merdeka," jelas Chief RA.

Lebih lanjut Rudiantara mengatakan bahwa untuk mengimbangi pesatnya TIK, baik dari sisi teknologi, bisnis, maupun regulasi, Kementerian Kominfo saat ini fokus kepada dua agenda dalam bidang telekomunikasi yaitu percepatan pembangunan pitalebar dan peningkatan efisiensi industri telekomunikasi.

Fokus pertama, percepatan pembangunan pitalebar  kita laksanakan dengan membangun jaringan backbone seluruh Nusantara, baik melalui skema pembangunan oleh operator telekomunikasi maupun melalui program Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) seperti proyek Palapa Ring.

Sedangkan dari sisi percepatan pembangunan jaringan akses pitalebar, pemerintah mempercepat pembangunan akses 4G, dan akan melakukan beberapa assignment jaringan akses pitalebar lainnya berbasis broadband spectrum frequency radio.

"Selain sisi jaringan, yaitu Palapa Ring dan jaringan 4G LTE, kita juga harus mengembangkan ekosistem lainnya, yaitu pada sektor perangkat (device) dan aplikasi," ujar Chief RA.

Diingatkannya, selain kebutuhan akan jaringan pitalebar dan perangkat, kita juga harus memiliki kekuatan dari sisi aplikasi informatika. "Di sinilah terletak masa depan ekonomi kita. Aplikasi informatika akan memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat secara menyeluruh, menjadi penentu daya saing global, dan menjaga keberlanjutan ekonomi nasional. Saat ini kita fokuskan pengembangan aplikasi mobile pada e-dagang (e-commerce), e-government, dan tatakelola keamanan siber (cyber security governance)," kata Rudiantara.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan Visi 2020 untuk menjasikan Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar se Asia Tenggara. Hal ini merupakan wujud pengembangan dan pemanfaatan aplikasi nagi ekonomi nasional.

Di samping itu, Menkominfo juga terus mendorong kekuatan ekonomi nasional berbasis UMKM melalui program "UMKM Go Online". "Kita berharap agar produk-produk hasil UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri sehingga pasar nasional tidak diserbu oleh produk-produk dari luar negeri," terangnya.

Hal ini nantinya akan sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital untuk melahirkan 1000 teknopreneur pada tahun 2020 melalui gerakan “1000 Startup".