Search
Rabu 22 Mei 2024
  • :
  • :

idEA dan IDA sebar Petisi Menolak Iklan Paksaan dari Telkomsel dan XL

MAJALAH ICT – Jakarta. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) menyebarkan Petisi melalui chage.org untuk menolak praktik intrusive advertising yang dilakukan oleh operator  Telkomsel dan XL Axiata. Penolakan ini dilakukan setelah jalur mediasi selama satu tahun tidak ada kata sepakat. Penolakan sendiri dilakukan oleh 39 situs anggota idEA dan 21 situs anggota IDA.

Menurut kedua organisasi tersebut, penayangan iklan yang dilakukan operator adalah tanpa izin dan kerja sama dengan pemilik situs. Padahal, pengguna mempersepsikan pemilik situs atau media online sebagai pihak yang menayangkan dan bertanggung jawab atas semua iklan yang tayang di situs tersebut. "Akibatnya, banyak keluhan dari pengguna ditujukan kepada pemilik situs karena pandangan tersebut," tutur Ketua Umum idEA Daniel Tumiwa.

Menurut Daniel, dari segi hukum, hal tersebut bertentangan dengan Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang berbunyi  "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik." Selain itu, tambahnya, dari sisi periklanan hal ini juga diatur pada Pasal 20 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang berbunyi "Pelaku usaha periklanan bertanggung jawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oleh iklan tersebut."

Bagi idEA dan IDA, upaya yang dilakukan operator dinilai sebagai upaya hijacking atau hostile redirecting untuk menghasilkan keuntungan sepihak. Dan untuk itu, komunikasi sudah dilakukan, namun menemui jalan buntu. Sehingga, petisi ini merupakan jalan agar Telkomsel dan XL maupu menuruti keinginan idEA dan IDA.