Search
Selasa 18 Juni 2024
  • :
  • :

Indonesia Hanya Punya 7 Slot Orbit Satelit dan 1 Slot Terancam Hilang

MAJALAH ICT – Jakarta. Tantangan pembangunan satelit saat ini tidaklah ringan beberapa faktor kendala nya di antaranya diperlukan investasi yang besar (high invest) dengan resiko yang tiggi (high risk) serta pengembalian yang lama apabila dibandingkan seluler.

“Indonesia saat ini, hanya memiliki 7 slot orbit yang dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan penyiaran. Jumlah slot orbit ini tidk bertambah dalam beberapa tahun ini, sementara kebutuhan trasponder semakin meningkat sehingga akibatnya kebutuhan kapasitas trasponder masih belum terpenuhi semuanya oleh satelit nasional,” jelas Dirjen SDPPI Ismail saat menyampaikan keynote speechnya pada Pembukaan Seminar Peringatan 40 Tahun Satelit Indonesia Mempersatukan Nusantara di Jakarta, Kamis (27/10/2016).         

Selanjutnya ditambahkan oleh Dirjen SDPPI bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan transpoder satelit untuk kebutuhan komunikasi dan penyiaran dan diperkirakan masih terdapat kekurangan lebih dari 100 transponder untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan penyiaran nasional, akibatnya Indonesia harus menggunakan satelit asing untuk mencukupi kebutuhan transponder dimana terdapat 34 satelit asing yang beroperasi di Indonesia.

Mengenai ketersedian slot satelit yang bisa dipertahankan Ismail menyampaikan, ”Slot satelit merupakan aset langka yang dimiliki oleh Indonesia yang terletak di angkasa dimana terdapat 7 slot yang dapat digunakan untuk mengoperasikan satelit. Satu satelit telah kosong satelitnya dan berstatus suspensi di ITU dan lainnya akan habis umur satelitnya. Kami harapkan operator satelit  dapat bersungguh-sungguh dapat mengisi slot tersebut dengan satelit pengganti,” tandas Dirjen SDPPI.

Selanjutnya, Dirjen SDPPI mengatakan  bahwa dalam hal kemandirian layanan satelit disadari belum memilki kemandirian penuh dalam beberapa jenis layanan sementara untuk kebutuhan komunikasi Pemerintah telah memiliki 2 program satelit komunikasi. Yang pertama, satelit multifungsi pemerintah yang dirancang untuk mendukung sistem komunikasi pemerintah. Kedua, adalah satelit pertahanan yang akan mendukung sistem komunikasi pertahanan dan layanan komunikasi bergerak lainya.

Pada akhir keynote speechnya yang  juga dilanjutkan penandatangan Perangko Peringatan 40 Tahun Satelit Indonesia oleh Dirjen SDPPI, ditandaskan,” Kementerian Kominfo meminta komitmen dari semua operator nasional untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif dalam menjaga alokasi frekuensi layanan satelit nasional.”

Penyelenggaraan Seminar Peringatan 40 Tahun Satelit Indonesia Mempersatukan Nusantara diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kominfo dan Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) yang diawali mendengarkan laporan dari Ketua Penyelenggara Direktur Penataan Sumber Daya Titon Dutono. Adapun peserta pada seminar sehari ini adalah para akademisi, asosiasi satelit asing, Mastel, media massa, para tokoh satelit serta stake holder.