Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

Indonesia Kekurangan 2 Juta Tenaga Kerja Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan untuk memenuhi migrasi penggunaan broadband bagi masyarakat sampai tahun 2015 dibutuhkan sekitar 6 juta tenaga kerja bidang TIK, sementara ketersediaan tenaga kerja pada bidang ini baru mencapai 4 juta orang. berarti masih kekurangan sekitar 2 juta tenaga bidang TIK.

Kepala Badan Litbang SDM KemKominfo, Aizirman Djusan mengatakan, bahwa untuk memenuhi migrasi penggunaan broadband bagi masyarakat sampai tahun 2015 dibutuhkan sekitar 6 juta tenaga kerja bidang TIK, sementara ketersediaan tenaga kerja pada bidang ini baru mencapai 4 juta orang.

Untuk itu kita masih kekurangan tenaga kerja bidang TIK sekitar 2 juta orang. "Hal ini merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan bagi tenaga kerja TIK Indonesia," kata Aizirman sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian.

Ia menambahkan, sebagai peluang, berarti terbuka kesempatan bagi tenaga kerja TIK untuk mengisi kekurangan tersebut. Sebagai tantangan, karena pada tahun yang sama, yaitu 2015, Indonesia mulai memasuki ASEAN Economy Community (AEC), yang membawa konsekuensi berupa terbukanya arus barang dan tenaga kerja di wilayah ASEAN. "Oleh karena itu, tenaga kerja TIK Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan tersebut," tambahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut,jelas Aizirman,  salah satu program Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya mempersiapkan tenaga kerja bidang TIK yang berkompetensi dan kompetitif dalam rangka menjelang diberlakukannya AEC 2015 adalah memfasilitasi penyusunan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pada tahun ini, ditargetkan tersusun empat SKKNI, yaitu SKKNI Bidang Keahlian ICT Project Management, Perposan, Penyiaran, dan Telekomunikasi.