Search
Sabtu 17 Januari 2026
  • :
  • :

Indonesia Perlu Kedaulatan Konten dan Aplikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Setidaknya 80% konten dan aplikasi yang ada di Indonesia ternyata buatan asing. Ini dapat dilihat, misalnya, dari 10 besar layanan yang paling sering diakses pengguna Indonesia, 8 adalah aplikasi asing dan hanya 2 yang merupakan konten lokal. Karena itu, perlu adanya kedaulatan konten dan aplikasi di Indonesia.

""Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Indonesian Telecommunication Users Group (IDTUG), M. Jumadi. Menurut Jumadi, kedaulatan konten dan aplikasi perlu dikedepankan agar yang menikmati perkembangan konten hanya orang-orang luar negeri saja. "Kita perlu mengedepankan kedaulatan konten dan aplikasi dalam negeri," tandas Jumadi dalam Diskusi Publik bertema "Strategi Mengembangkan Konten dan Aplikasi Lokal" yang digelar di Indo ICT Expo 2014, di JCC Jakarta.

Hal hampir senada diungkap juga oleh Gunawan Wibisono dari Universtas Indonesia. Menurut Gunawan, agar menjadi tuan rumah di negara sendiri, ekosistem konten dan aplikasi perlu dibangun. Sayangnya, kata Gunawan, saat ini masih ada ketidakadilan dalam pembagian pendapat konten. 

"Penyedia konten rata-rata mendapat 30% saja, dimana 70% diambil oleh operator. Padahal di negara-negara lain, seperti Jepang, 70% itu hak dari penyedia konten, sementara operator hanya sekitar 30%," ujar Gunawan.

Ditambahkannya, pembagian seperti itu, karena memang untuk membangun konten juga tidak mudah. Yang jika operator yang membangun sendiri, katanya, mungkin biayanya akan lebih besar.