Search
Sabtu 13 Juli 2024
  • :
  • :

Indonesia Rajai Serangan Cyber Dunia

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia menunjukkan keperkasaannya di dunia serangan cyber, hal ini setelah Akamai melaporkan bahwa serangan cyber dari Indonesia menduduki peringkat pertama, menggeser China. Peningkatan kejahatan cyber ini disebut-sebut karena ada korelasi dengan kecepatan internet Indonesia yng bertambah.

Menurut laporan Akamai "State of the Internet", Indonesia tercatat menyumbang 38 persen lalu lintas yang berhubungan dengan hacking pada server pada kuartal kedua 2013. Angka tersebut naik 21 persen dari kuartal pertama 2013. Posisi Indonesia mengalahkan China di posisi kedua dengan 33 persen dari lalu lintas serangan global. Sementara Amerika Serikat turun menjadi 6,9 persen, dan menempati posisi ketiga.

Namun begitu, ada catatan dari Akamai sendiri bahwa serangan cyber tersebut tidak diketahui secara pasti apakah benar-benar berasal dari Indonesia. Cukup sulit untuk menentukan persis di mana operasi serangan cyber terpusat, karena seorang hacker dapat saja memanfaatkan IP address dari Indonesia, padahal sebenarnya ia berada di luar Indonesia. 

Akamai menemukan bahwa kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia meningkat 125 persen pada kuartal kedua dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012. Peningkatan broadband bisa saja membuat kejahatan cyber jadi meningkat.
 
Peningkatan posisi Indonesia memang sudah diprediksi sebelumnya. Hal ini setelah pada kuartal pertama 2013, tiba-tiba Indonesia masuk ke tempat kedua, setelah kuartal ke kuartal meningkat 30 kalinya. Mayoritas (94%) dari serangan yang ditargetkan dari Indonesia adalah Port 80 (WWW / HTTP) dan 443 (HTTPS / SSL), yang menunjukkan aktivitas botnet berpotensi agresif. Hong Kong dan India adalah dua negara lainnya yang juga dilihat adanya peningkatan volume lalu lintas serangan. Peningkatan serangan yang signifikan karena volume lalu lintas serangan signifikan yang berasal dari Indonesia.

Susunan daftar Top-10 sebagian besar tetap dan konsisten dengan kuartal sebelumnya, dimana Italia dan Hungaria keluar, dan Indonesia dan Hong Kong masuk bergabung ke-10 besar.

Serangan cyber di 2013 ini meningkat hingga 68% berasal dari wilayah Asia Pasifik/Oceania, sebelumnya hanya 56% pada kuartal keempat tahun 2012. Sementara Eropa menyumbang hanya di bawah 19%, dan selebihnya   13% berasal dari gabyngan Amerika Utara dan Selatan digabungkan. Kontribusi Afrika turun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, karena mereka menghasilkan asal serangan hanya setengah persen.