Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Indosat Belum akan Ganti Nama Jadi Ooredoo

MAJALAH ICT – Jakarta. Qatar Telecom telah secara resmi mengganti nama menjadi Ooredoo. Dan Indosat sebagai anak perusahaan Ooredoo belum mengumumkan apakah akan mengubah namanya atau tidak. Yang jelas, memang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa beberapa hari lalu, perubahan nama belum disinggung, sehingga artinya Indosat belum akan berganti nama jadi Ooredoo.

Ini senada apa yang pernah disampaikan manajemen Indosat beberapa waktu lalu. CEO dan President Indosat Alexander Rusli menegaskan bahwa Indosat belum memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Ooredoo, meski Qtel Group sendiri sebagai induk semang telah  mengubah mereknya menjadi Ooredoo. "Kami menyadari sepenuhnya kekuatan merk Indosat dan hubungan pelanggan terhadap merk tersebut. Saat ini, kami belum memutuskan bagaimana akan mengadopsi nama grup tersebut sebagai bagian dari merk Indosat," kata Alex. 

Sebagaimana diketahui, Indosat telah menjalani sejarah panjang di Indonesia. PT Indonesian Satellite (Indosat) lahir pada 9 Juni 1967 untuk membuka jalur komunikasi Indonesia dengan dunia internasional. Dan walaupun mayoritas saham dimiliki Ooredoo d.h. Qtel, saham merah-putih atau saham pemerintah masih tersisa di sana sekitar 14,29% seri A.

Perubahan nama Qatar Telecom menjadi Ooredoo disampaikan Chairman Ooredoo Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al-Thani. "Ooredoo dipilih dalam bahasa Arab yang berarti ‘saya ingin’ untuk merefleksikan aspirasi pelanggan dan keyakinan kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi komunitas di wilayah operasional kami," kata Sheikh Abdullah.

Dengan perubahan nama itu, maka anak-anak usahanya yang berada di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara akan mengadopsi merek baru itu pada tahun 2013 dan 2014 secara bertahap. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara mayoritas adalah Qtel di Qatar, Indosat di Indonesia, Wataniya di Kuwait, Nawras di Oman, Tunisiana di Tunisia, Nedjma di Algeria, dan Asiacell di Irak.