Search
Senin 10 Mei 2021
  • :
  • :

Indosat Delisting dari NYSE Karena Penghematan dan Permintaan Pemerintah

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Indosat Tbk (Indodat) berencana untuk menghapuskan pencatatan (delisting) American Depository Receipts (ADR) miliknya di Bursa Efek New York (NYSE). Delisting ini efektif mulai mulai 16 Mei mendatang.

Adapun alasan dibalik hengkangnya Indosat dari bursa saham di New York ini menurut Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat, Alexander Rusli, dalam penjelasan tertulis kepada Otoritas Jasa Keuangan, menjelaskan bahwa delisting ini untuk penghematan perseoran. 

"Delisting merupakan salah satu contoh implementasi upaya penghematan biaya yang sedang diupayakan perseroan," kata Alex. Ditambahkannya, delisting akan mengurangi biaya administrasi terkait pencatatan di bursa AS. Upaya tersebut diharapkan dapat juga meningkatkan efisiensi administrasi pada bisnis perseroan.

Alex juga mengungkapkan bahwa delisting ini atas permintaan pemerintah Indonesia serta mencermati tren penurunan jumlah dan nilai saham Indosat di NYSE sejak 2009, manajemen mendukung usulan untuk meninjau kembali pencatatan di bursa AS itu. 

Apalagi, katanya, seiring berjalannya waktu, Bursa Efek Indonesia telah berkembang signifikan dan menjadi basis permodalan institusi luar negeri. Sehingga, "Setelah delisting, investor akan tetap dapat membeli dan menjual saham melalui BEI. Program ADR akan dihentikan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, serta melayani investor di AS dengan mengacu standar transparansi," jelas Alex.

Sebagaimana diketahui, PT Indosat Tbk (Indosat) berkode saham ISAT di IDX dan IIT di NYSE, mengumumkan rencana untuk menghapuskan pencatatan American Depositary Receipts (ADR) miliknya dari New York Stock Exchange (NYSE), dan ADR milik Indosat tersebut tidak akan terdaftar dan juga tidak dapat ditawarkan pada bursa efek nasional lainnya di Amerika Serikat. Perusahaan berencana untuk mengajukan Form 25 kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan memperkirakan bahwa penghapusan pencatatan akan berlaku efektif pada atau sekitar tanggal 16 Mei 2013

Program ADR Indosat mulanya dilaksanakan pada tahun 1994 untuk memberikan akses likuiditas dari para investor yang tidak dapat menanamkan modalnya secara langsung di pasar domestik Indonesia. Dalam waktu-waktu berikutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berkembang secara signifikan dan telah menjadi basis permodalan institusi luar negeri yang besar. Berdasarkan hal tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris Indosat telah mendukung permintaan Pemerintah Indonesia untuk meninjau kembali pencatatan yang dilakukan dan yakin bahwa BEI akan dapat mencukupi kebutuhan modal Perusahaan di masa mendatang. Selanjutnya, penghapusan pencatatan akan juga mengurangi biaya administrasi terkait dengan pencatatan di NSYE.

Sebelum dilakukannya penghapusan pencatatan, ADR akan tetap berkedudukan sama dengan saham yang dicatatkan di BEI. Setelah dilakukannya penghapusan pencatatan, investor akan tetap dapat membeli dan menjual saham melalui BEI. Program ADR akan dihentikan sesuai dengan syarat dan ketentuannya. Indosat akan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melayani investornya di Amerika Serikat dan mengacu kepada standar transparansi tertinggi dalam pelaporan keuangan dan keterbukaan tata kelola perusahaan.

Sehubungan dengan penghapusan pencatatan ini, Indosat berencana untuk menghentikan pendaftaran sahamnya di SEC sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Amerika Serikat.

Alexander Rusli, Direktur Utama dan CEO Indosat mengatakan, "BEI saat ini mendapatkan manfaat dari investor luar negeri, dan sebagian besar dari para pemegang ADR kami yang telah ada pada saat ini juga memiliki saham-saham yang tercatat pada BEI. Penghapusan pencatatatan ADR kami merupakan salah satu contoh dari rencana penghematan biaya yang sedang dilakukan dan usaha kami untuk meningkatkan efisiensi administrasi di bisnis kami. Kami tetap memiliki komitmen untuk melakukan pemenuhan standar internasional dalam pelaporan keuangan dan tata kelola perusahaan, dan kami yakin bahwa para investor ADR kami yang ada pada saat ini akan mendukung rencana kami."




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *