Search
Senin 17 Juni 2024
  • :
  • :

Indosat Gandeng Pegadaian untuk Kembangkan Layanan Remitansi Dompetku

MAJALAH ICT – Jakarta. Indosat Ooredoo agresif untuk memperluas bisnis layanan jasa pengiriman uang (remitansi) berskala nasional dan internasional. Hal itu dilakukan melalui lini bisnisnya, Dompetku. Dan kini, Indosat menawarkan jasa pengiriman uang tunai melalui PT Pegadaian (Persero).

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli mengutarakan, melalui Dompetku Pengiriman Uang (DPU), Pegadaian telah mengganti peran perbankan dalam menjangkau nasabah yang selama ini tidak memiliki rekening bank. Hal tersebut dinilai sesuai dengan karakter para nasabah Pegadaian yang masih banyak tersebar di pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

"Meskipun produk tersebut dikeluarkan oleh Indosat, masyarakat yang ingin mengirim uang tidak diwajibkan menjadi pelanggan Indosat. Ini sekaligus mendukung gerakan finansial inclusion dan gerakan non tunai. Karena cukup dengan nomor ponsel saja orang sudah bisa terima uang,"kata alex.

Ditambahkannya, untuk melakukan remitansi, pelanggan hanya datang ke kantor Pegadaian atau outlet milik Dompetku dan mengisi formulir pengiriman yang disertai dengan data-data pribadi. Hanya dalam waktu singkat dan pada saat itu juga (real time settlement) dana akan terkirimkan ke nomor ponsel sang penerima dana dan kemudian bisa dicairkan di outlet Pegadaian terdekat. "Untuk transaksi seperti ini kami jamin keamanannya, karena kode konfirmasi hanya akan diketahui oleh pengirim dan penerima," tandas Alex.

Untuk tiap transaksi, Indosat tidak menggunakan batas minimal nominal transaksi yang dilakukan. Sementara untuk batas maksimal, Dompetku hanya membatasi pengiriman uang mencapai Rp25 juta. Untuk setiap satu kali transaksi, nasabah akan dikenakan tarif sebesar Rp.15 ribu untuk transaksi dengan nominal Rp.1 juta, Rp.25 ribu untuk transaksi pengiriman uang Rp.1-2 juta dan Rp.30 ribu untuk pengiriman uang dengan nilai di atas Rp.5 juta.

Sementara itu Direktur Utama Pegadaian Riswinandi menyambut kerja sama ini karena bersifat strategis dan memberi keuntungan bagi kedua perusahaan. Selain berpotensi menerima pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari setiap transaksi pengiriman, perusahaan juga berpotensi memperluas basis nasabah. Saat ini jumlah nasabah Pegadaian yang aktif tercatat sebanyak 7 juta nasabah. Dengan jumlah outlet sebanyak 4.455 buah yang tersebar di seluruh Indonesia. "Ini menjadi potensi besar untuk meningkatkan kinerja kedua belah pihak. Apalagi saat ini telah didukung oleh teknologi informasi menghubungkan seluruh outlet," katanya.