Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Indosat Merugi Rp. 2,7 Triliun, Perlukah Dibeli Kembali?

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam Debat Capres yang digelar Minggu malam, Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo mendapat pertanyaan dari Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto menyangkut penjualan aset yang dinilai strategis ketika Megawati memimpin menjadi Presiden RI ke-5, terutama adalah soal divestasi Indosat.

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia harus membeli kembali saham Indosat. "Ke depan, kuncinya satu, kita buyback, ambil alih kembali saham Indosat," kata Jokowi. Namun, Jokowi memberi syarat, pemerintah akan membeli kembali Indosat jika perekonomian secara stabil tumbuh sebesar 7 persen. "Asalkan, ekonomi kita tumbuh tujuh persen," tambahnya.

Menurut Jokowi, dalam perjanjian jual beli saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri tahun 2002, terdapat klausul bahwa saham dapat dibeli kembali oleh Pemerintah Indonesia. Hanya memang, kata dia, hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum membelinya.

PT Indosat, dalam laporan keuangan tahunan yang dipublikasikannya, sepanjang 2013 merugi hingga sebesar Rp. 2,78 triliun. Ini berarti terjadi perubahan hingga -841,7% dibanding 2012. Secara pendapatan, sesungguhnya Indosat meningkat 6,4% dari 2012, menjadi Rp. 23,855 triliun, dari sebelumnya Rp. 22,418 triliun. Namun begitu, beban usaha meningkat 16,2% di 2013 ini hingga menjadi Rp. 22,345 triliun. Sementara beban lain-lain sebesar Rp. 4,84 triliun. Kondisi keuangan yang laba usahanya Rp. 1,509 triliun diperparah dengan rugi selisih kurs yang mencapai Rp. 2,786 triliun. Kondisi Indosat saat ini juga harus menghadapi hutang sebesar Rp. 23,93 triliun. Dengan kewajiban sewa pembiayaan sebesar Rp. 3,94 triliun.

Dari laporan keuangan Indosat tersebut, menurut Moody’s Investors Service, lembaga pemeringkat rating dan layanan investasi, performansi Indonesia lebih lemah dari yang diharapkan. Dan dalam analisisnya Moody pun menginventarisir penyebab kerugian Indosat.

Seperti disampaikan Nidhi Dhruv, Assistan VP di Moody’s yang juga Lead Analis untuk Indosat, masalah pembayaran biaya urusan hukum terhadap kasus PT Indosat Mega Media, termasuk juga biaya pemeliharaan, pendapat dari interkoneksi, serta biaya personal menjadi penyebab Indosat merugi.   

"Peningkatan Capex untuk modernisasi jaringan dan refarming spektrum frekuensi akan makin memperlemah cash flow Indosat dalam 1-2 tahun ke depan," kata Dhruv, sebagaimana dikutip dari laman moodys.com.

""