Search
Jumat 19 April 2024
  • :
  • :

Indosat Ooredoo Hutchison Terbitkan Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022

MAJALAH ICT – Jakarta. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) hari ini mengadakan Investor Gathering terkait Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022, baik dalam mata uang Rupiah. Hasil dari penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk membayar hutang Perseroan dan biaya spektrum tahunan dalam mata uang Rupiah.

Perseroan membukukan Laba Bersih untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 sebesar Rp3.260 miliar. Selain itu, Perseroan juga membukukan peningkatan Pendapatan sebesar 50,3% untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 menjadi Rp22.527 miliar dari Rp14.984 miliar untuk periode yang sama tahun 2021.

Pada tahun 2022, Perseroan menyelesaikan proses merger yang meningkatkan keunggulan kompetitif dan memberikan nilai tambah lebih bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan penggabungan kedua perusahaan tersebut, Perseroan memutuskan untuk mempertahankan dua merek yang dimiliki oleh kedua perusahaan tersebut, yaitu IM3 dan Tri. Setelah merger, pelanggan Perseroan meningkat 59,7% menjadi 96,2 juta pelanggan pada akhir Juni 2022. Perluasan basis pelanggan Perseroan diikuti oleh pertumbuhan trafik data yang kuat sebesar 98,2% dibandingkan Juni 2021. Cakupan jaringan Perseroan juga meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah BTS 4G menjadi 123.901, mendukung kemampuan Perseroan dalam menangani peningkatan trafik yang tinggi.

Jumlah keseluruhan Indosat Berkelanjutan IV sebesar Rp15.000.000.000.000 (lima belas triliun Rupiah), yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp10.500.000.000.000,00 (sepuluh triliun lima ratus miliar Rupiah) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp4.500.000.000.000,00 (empat triliun lima ratus miliar Rupiah). Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022, IOH bertujuan untuk menerbitkan Obligasi sampai dengan Rp1.7500.000.000 (satu triliun tujuh ratus lima puluh miliar Rupiah) dan Sukuk Ijarah sampai dengan Rp750.000.000.000 (tujuh ratus lima puluh miliar Rupiah) ). Komposisi akhir struktur Obligasi dan Sukuk Ijarah akan ditentukan setelah proses book building selesai.

IOH memperoleh peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Proses book building akan dilakukan pada 14 September hingga 27 September 2022. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan diterima pada 17 Oktober 2022, dan Obligasi dan Sukuk Ijarah akan diterima. tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2022.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menyatakan, ”Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan untuk memperbesar dan mendiversifikasi sumber pendanaan guna mendukung pengembangan usaha Perseroan. Kami yakin hal ini akan berdampak positif bagi Perseroan di masa mendatang.”

Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini didukung oleh tim penjamin emisi yang terdiri dari PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., bertindak sebagai penasihat hukum adalah Hadiputranto, Hadinoto & Rekan dan bertindak sebagai auditor independen adalah KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (member firm PwC), dengan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. sebagai notaris.