Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Indosat Rugi Triliunan Karena Gagal Orbitkan Satelit

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah secara resmi telah mengambil wewenang pemanfaatan slot orbit 105,5 BT dari tangan Indosat. Dengan demikian Indosat gagal menempatkan satelit yang saat ini sudah dalam tahap finalisasi desain. Bahkan, perjanjian meluncurkan satelit segera akan ditandatangani antara Presiden Indonesia susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden AS Barack Obama. Indosat merasa dirugikan dari kejadian ini.

Menurut Presiden dan CEO Indosat, Alexander Rusli, Indosat rugi sekitar 250 juta dolar AS atau sekitar Rp. 2,75 triliun. Angka itu didapat dari hitung-hitungan biaya pembuatan dan peluncuran satelit baru Palapa E.

 "Angka yang pasti dari uang muka ke Orbital yang sudah kita setorkan untuk membuat satelit dan peluncurannya," ujarnya.

Menurut Alex, saat ini sebenarnya slot orbit 150.5 BT masih dihuni oleh satelit Palapa C2 milik Indosat. "Itu satelit masih aktif dan ada pelanggannya. Kita masih mendapatkan pendapatan dari sewa transpondernya," tambahnya. 

Dijelaskan Alex, Indosat sebenarnya juga telah mengirim proposal pemanfaatan slot orbit 150,5 BT ke pemerintah. Dan dalam rangka menunjukkan komitmen mengembangkan slot orbit 150.5 BT, Indosat telah menandatangani perjanjian dengan Orbital Sciences.

Orbital Sciences Corporation adalah perusahaan dari Amerika Serikat yang digandeng Indosat untuk proses desain, produksi dan peluncuran satelit Palapa-E pada 2016 nanti yang akan menggantikan satelit Palapa C2.

 Orbital juga tengah mencarikan fasilitas kredit ekspor bagi pendanaan satelit Palapa-E karena Indosat hanya mampu menalangi dari dana internal sekitar USD 50 juta dari total investasi sekitar USD 200 juta hingga USD 250 juta.



"Kami telah mengirimkan surat untuk meminta klarifikasi lebih jauh soal rencana itu. Bukan cuma Indosat yang rugi, tapi pemerintah juga. Di Indosat ada 14% saham negara," tandas Alex.