Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Industri Konten dan Aplikasi akan Less Regulated

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia pernah mengalami satu fase yang tidak mengenakkan dalam pengembangan konten dan aplikasi, yaitu dimana terjadinya pengambilan pulsa tanpa hak yang kemudian oleh media disebut dengan Black October. Namun begitu, sejatinya industri konten dan aplikasi akan dikembangkan secara less regulated alias tidak akan banyak pengaturan.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Badan Regulasi Telkomunikasi Indonesia, M. Ridwan Effendi dalam diskusi publik bertema "Strategi Mengembangkan Konten dan Aplikasi Lokal" di JCC bersamaan dengan Indo ICT Expo 2014.. "Pengembangan jasa konten akan bersifat less regulated atau tidak akan banyak pengaturan," tegas Ridwan. Meski begitu, katanya, tetap ada koridor-koridor yang perlu disepakati bersama, agar juga tidak merugikan pengguna.

"Pernah ada penyedia konten yang mengaku sebagai UKM. Namun ketika ditanya DPR berapa pendapatannya per bulan, penyedian konten tersebut menyebut angka Rp. 5 miliar per bulan," ungkap Ridwan. Yang disesalkan juga, banyak penyedia konten tersebut adalah asing. Sehingga, ketika kasus sedot pulsa menyeruak, maka yang menikmati sedot uang pulsa ya asing juga.

Ditambahkan Ridwan, untuk itu kemudian pemerintah melalui Kementerian Kominfo merevisi aturan mengenai jasa konten melalui Permen Kominfo No. 21 tahun 2013. "Penyelenggara yang tadinya bebas dan tidak berijin, kini harus berijin agar ada pertanggungjawaban pada masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Sulaeman Sembiring dari ICTL, menegaskan perlunya diperhatikan mengenai Ketentuan Hukum, Kebijakan dan Regulasi dalam pengembangan konten nasional.

Pembicara lain, Danny Ritonga dari Indonesia Mobile Multimedia Association, mengungkapkan mengenai prilaku pasar dalam hal konten dan aplikasi serta mengatakan bahwa saat ini masih banyak adanya ceruk untuk mengembangkan konten lokal. "Kesempatan mengembangkan konten masih ada meski beberapa anggota kami sudah banyak yang berlaih bisnis sejak isu pencurian pulsa mengemuka. Dan tahun 2014 ini merupakan saat yang tepat untuk bersama-sama kembali mengembangkan konten lokal," tandasnya.

William Kusuma dari iTrain melihat bahwa dari semua isu yang diangkat pembicara yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengembangan konten dan aplikasi juga perlu diimbangi pengetahuan bagaimana membuat aplikasi sesuai dengan perkembangan, dengan hadirnya sistem operasi Android maupun iOS. "Kita akan berkontribusi bagaimana melatih SDM lokal agar dapat membuat dan mengembangkan lokal konten, khususnya dengan sistem operasi Android dan iOS dengan memberikan pelatihan-pelatihan," ujarnya. Karena itu juga, iTrain menggandeng Indonesia ICT Insitute untuk dapat bersama melatih SDM-SDM Indonesia di bidang konten dan aplikasi.