Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Industri Telekomunikasi akan Kembali Tumbuh Dua Digit dalam 2-3 Tahun ke Depan

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meyakini bahwa industri telekomunikasi Indonesia akan mampu tumbuh dua digit dalam tiga tahun ke depan, meski data Institute for Development on Economics and Finance (Indef) menunjukkan pertumbuhan sektor telekomunikasi hingga Triwulan II-2016 hanya tumbuh 8,39%. Demikian dikatakan Chief RA dalam Seminar Nasional Indef bertajuk `Mendorong Efisiensi Berkeadilan Industri Telekomunikasi Nasional` di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Kamis (3/11).

Menurut Chief RA, harapan tersebut bisa saja dicapai apabila semua fokus kepada Broadband dan bagaimana membuat industri telekomunikasi ini lebih efisien. Maka dari itu proyek Palapa Ring secara keseluruhan bisa dan harus selesai pada tahun 2019. "Kemarin di rapat kabinet kita diminta pertumbuhan double digit pada 2019. Disampaikan langsung sama Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati). Kita hanya bisa running (menjalankan) di double digit kalau bisa bangun efisien," kata Rudiantara.

Ditambahkannya, saat ini ada gap pendanaan pembangunan sektor telekomunikasi sebesar 9 miliar dolar AS karena industri tidak sanggup lagi dengan neraca keuangan yang ada, sementara kebutuhan pengembangan telekomunikasi mencapai hingga 28 miliar dolar AS. "Sampai 2019 itu kita butuh 27-28 miliar dolar. Sementaa itu neraca keuangan operator saat ini kalau digabung pun tidak memenuhi. Balance sheet yang ada sekarang itu total rata-rata setiap tahun dari industri selular itu hanya 3 miliar dolar, jadi ada kesenjangan" jelasnya.

Sementara itu, peneliti Indef Mohammad Reza Hafiz menyatakan, dalam enam belas tahun terakhir pertumbuhan sektor telekomunikasi cenderung mengalami penurunan, dan dalam tujuh tahun terakhir relatif stagnan karena pengaruh krisis global. Pada tahun 2001, telekomunikasitumbuh 12,56% dan terus meningkat mencapai 31,04% pada 2008. Ditambahkannya, pada tahun 2009 pertumbuhannya jatuh ke 23,61% dan stagnan di sekitar 10% selama 2011 hingga tahun 2015 yang sebesar 10,06%.

"Ini masih bisa tumbuh di sepuluh persenan, maka harus dijaga jangan sampai merosot industri telekomunikasi ini agar tetap di atas PDB nasional. Kita harapkan tetap double digit," harapnya.