Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Inilah Alasan Jack Ma Didapuk Sebagai Penasihat E-Commerce Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam Rangkaian Pertemuan G20 dan Kunjungan ke Tiongkok, Presiden Joko Widodo beserta rombongan pada Jumat tanggal 2 September 2016   mengunjungi juga ke Alibaba Group Corporate Campus, di Distrik Yu Hang, Kota Hangzhou. Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut langsung oleh Pendiri sekaligus CEO Alibaba Group, Jack Ma, beserta pejabat tinggi Alibaba lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT Sugeng Rahardjo meninjau sejumlah portofolio produk maupun layanan perusahaan Alibaba sekaligus melihat suasana kerja di kantor Alibaba. Presiden merasa perlu untuk mempelajari raksasa e-commerce tersebut agar dapat membantu memasarkan produk-produk ekonomi dari UKM dan kreator muda Indonesia di pasar Tiongkok.

Melalui pembicaraan antara Presiden Joko Widodo dengan Jack Ma, diketahui bahwa keduanya memiliki pandangan yang sama mengenai pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah. Menurut Jack Ma, usaha-usaha kecil haruslah diberi akses terhadap teknologi agar dapat berkembang lebih jauh. Hal tersebut merupakan pandangan yang juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sejumlah kesempatan di Tanah Air.

Pada akhir sesi pada diskusi dengan CEO Alibaba Group, Rudiantara, Menteri Kominfo menyampaikan perkembangan e-commerce di Indonesia dengan titik berat pada peningkatan UMKM Indonesia go online mengingat UMKM nasional memberi kontribusi yang besar kepada ekonomi nasional sehingga perlu ada dorongan go export. Rudiantara juga mengajak Jack Ma untuk dapat menjadi penasihat bagi Steering Committee dari Implementasi Roadmap eCommerce Nasional. 

Atas ajakan kepada Jack Ma tersebut banyak yang ingin mendapatkan penjelasan dari Rudiantara akan manfaat dan pentingnya mengundang Jack Ma menjadi Penasihat tersebut. Rudiantara menjelaskan bahwa roadmap e-Commerce Indonesia sudah siap, dimana terdapat lebih kurang 30 inisiatif yang akan dijalankan untuk mencapai proyeksi value USD 130 Milyar tahun 2020. 

Kemudian, nantinya, akan ada Steering Committe (SC) yang terdiri dari para menteri dipimpin oleh Menko Perekonomian. Kita juga harus positioning roadmap ini di lansekap internasional agar perdagangan (utamanya produk UKM Indonesia) & investasi ke Indonesia meningkat. Untuk itu, diusulkan ada tokoh2 internasional maupun nasional yang relevan, mempunyai kapasitas & kapabilitas menjadi advisors dari SC. Dalam konteks itulah, Jack Ma diusulkan sebagai salah satu advisor dari internasional. Saya sedang mengupayakan "big names" lain yang punya value (nasional & internasional)," kata Rudiantara, sebagaimana dilansir laman resmi Kementerian Kominfo.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo pada saat awal pembentukan Kabinet Kerja memberikan arahan kepada beberapa Kementerian terkait yaitu agar e-commerce tumbuh dan besar di Indonesia namun bagaimana agar benefit-nya stay di Indonesia. Arahan Bapak Presiden tersebut kemudian segera ditindaklanjuti secara bersama-sama termasuk melibatkan stakeholder terkait dengan penyusunan Roadmap eCommerce yang bertujuan memfasilitasi dan memberi kemudahaan serta mendorong kemajuan eCommerce di Indonesia.

Roadmap tersebut berisi lebih dari 30 Inisiatif dan akan segera ditetapkan menjadi Peraturan Presiden. Setiap inisiatif memiliki penanggung jawab dari satu Kementerian/Lembaga dan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. Untuk memastikan pelaksanaan Roadmap, maka akan dibentuk pula Steering Committee yang akan mengawasi pelaksanaan Roadmap. Untuk memastikan pelaksanaan inisiatif-inisiatif secara disiplin dan sesuai tujuan dan target waktunya, juga akan dibentuk sebuah Program Management Office atau Profesional Pelaksanana Manajemen Program.