MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melaksanakan "The 13th ASEAN Digital Broadcasting (ADB) Meeting" yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta. The 13th ADB Meeting kali ini dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam serta Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah. Pertemuan membahas mengenai update/perkembangan proses migrasi dan implementasi penyiaran digital yang telah dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN serta pembahasan isu-isu penyiaran digital yang terbagi dalam tiga Specialist Work Group (SWG) terkait dengan policy, technology dan content.
The 13th Asean Digital Broadcasting Meeting dibuka oleh Direktur Jenderal Penyelenggaran Pos dan Informatika (PPI), Kalamullah Ramli, yang dalam berharap agar forum pertemuan ini dapat menjadi ajang untuk saling meningkatkan kerjasama dan bertukar informasi serta pengalaman terutama dalam hal penyusunan kebijakan strategis serta perencanaan penyelenggaraan penyiaran digital diantara negara-negara ASEAN. Lebih lanjut, Direktur Jenderal PPI juga menekankan perlunya pembahasan berkaitan dengan isu-isu terkait implementasi sistem penyiaran digital.
Seperti dilaporkan Kementerian Kominfo melalui lama resmi Kementerian, isu yang dibahas di antaranya adalah roll out plan serta komitmen untuk pembangunan infrastruktur digital, lisensi serta manajemen konten untuk penyiaran digital, distribusi dan ketersediaan set top box maupun digital receiver, sosialisasi penyiaran digital melalui media cetak maupun elektronik serta framework berkaitan dengan kebijakan dan regulasi yang mengatur roadmap untuk implementasi penyiaran digital agar selaras dengan perkembangan sektor telekomunikasi.
Dalam pembahasan tentang perkembangan implementasi penyiaran digital oleh delegasi negara-negara ASEAN, sebagian besar negara-negara ASEAN telah merencanakan untuk melaksanakan Analogue Switch Off (ASO) sebelum tahun 2018, bahkan Thailand telah merencanakan ASO pada tahun 2015. Dalam hal implementasi penyiaran digital, Indonesia telah merencanakan untuk melakukan ASO pada tahun 2018. Pada tahun ini, Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika masih akan fokus untuk menyelesaikan seleksi operator mux tahap III yang mencakup Jabodetabek dan 15 (lima belas) provinsi serta bersama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melaksanakan seleksi content provider untuk TV digital.
Sementara berkaitan dengan penyediaan dan distribusi Set Top Box (STB), seluruh delegasi negara-negara ASEAN yang hadir dalam The 13th ADB Meeting menerapkan kebijakan untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang kurang mampu (low-income household) dalam mendapatkan STB. Insentif tersebut baik berupa pemberian secara cuma-cuma perangkat STB, maupun potongan harga untuk setiap STB yang dibeli. Hal ini didasarkan pada semangat agar penyiaran digital dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di kawasan ASEAN.

















