MAJALAH ICT – Jakarta. Seleksi Calon Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memasuki fase penentuan terakhir yang segera akan diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika. Terakhir, ada 18 calon Anggota BRTI yang masuk dalam daftar pendek untuk kemudian diperas menjadi 6 Anggota BRTI yang mewakili unsur masyarakat. Dari proses yang sudah dijalani, ada beberapa kandidat kuat yang akan mengisi posisi lembaga yang mengatur, mengawasi dan mengendalikan industri telekomunikasi ini. Siapa saja mereka?
Salah satu kandidat kuat yang akan mengisi posisi Komisioner BRTI adalah I Ketut Prihadi. Ketut yang sebelumnya pernah bekerja sebagai Kepala Bagian Hukum di Ditjen Postel, Kementerian Kominfo, digadang-gadang akan menduduki posisi Anggota BRTI untuk menangani Bidang Hukum. Hal ini sesuai dengan kemampuannya dan pengalamannya selama ini, dan di antara kandidat lain tidak ditemukan calon yang begitu menguasai masalah hukum terkait telekomunikasi.
Dari bidang teknologi, muncul dua nama kandidat kuat, yaitu Taufik Hasan dan Sigit Puspito Wiganti. Taufik Hasan merupakan sosok yang akrab dengan bidang ini karena pernah membawahi Telkom Riset dan Teknologi (Risti). Taufik juga merupakan Ketua Mastel dimana terakhir menjadi Ketua Munas Mastel. Sedangkan Sigit Puspito merupakan Anggota petahan BRTI. Selain merupakan bidang yang dipegangnya di BRTI saat ini, Sigit dinilai merupakan Anggota BRTI petahana yang layak melanjutkan tigaskan ke periode kedua. Meski demikian, nama-nama seperti Agung Harsoyo, Bernaridho Imanuel Hutabarat juga merupakan kandidat yang dinilai memiliki pengetahuan telekomunikasi dan IT yang mumpuni.
Nama lain yang dianggap akan masuk dalam barisan pengawal sektor telekomunikasi Indonesia adalah Eddy Satriya. Deputi Menko Perekonomian ini lama malang-melintang mengurusi telekomunikasi dan IT nasional, termasuk menggolkan Kebijakan Rencana Pita Lebar Indonesia. Sebelum di Menko Perekonomian, Eddy Satriya lama bekerja di Bappenas.
Dari unsur masyarakat untuk mengurusi kebijakan publik, nama lelaki yang pernah jadi Chief Editor Majalah seluler Ahmad Lukman Aribowo menjadi kandidat kuat. Sebab, BRTI juga memerlukan figur yang bisa mengkomunikasi dan mensosialisasikan kebijakan regulator, serta mendengar aspirasi yang berkemban di masyarakat.
Satu posisi tersisa, memang masih ramai diperebutkan. Ada Rolly Rochmad Purnomo yang sempat bekerja di Bappenas dan KPPU, yang tentunya mendalami masalah persaingan usaha, kemudian juga Erina HC Tobing, yang sebelumnya adalah Direktur Teknik TVRI. Dalam masa beberapa periode sebelumnya, ada figur yang juga mewakili dan memiliki kemampuan akan pengaturan persaingan usaha, dan juga unsur penyiaran mengingat konvergensi yang saat ini sudah terjadi di industri ini.
Siapa yang akan terpilih menjadi Anggota BRTI dikabarkan akan diumumkan dalam minggu ini. Sebab, masa jabatan BRTI sebelumnya sudah melebihi masa tiga tahun sejak dilantik pada 2 Mei 2012 lalu. Kita tunggu saja.

















