Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Inilah Kriteria Menkominfo Mendatang Versi MASTEL

MAJALAH ICT – Jakarta. MASTEL sebagai Asosiasi yang bergerak di dalam bidang Telekomunikasi dan Infomatika sejak tahun 1993, berupaya memberikan saran dan usulan kepada Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Mohamad Jusuf Kalla tentang bagaimana seharusnya kedudukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kriteria calon Menteri Kominfo. Dalam pandangan MASTEL, sektor Komifo sangat krusil karena peran TIK dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah dirasakan sangat penting, dan tidak ada satupun unsur kegiatan manusia yang tidak terkait dengan keberadaan sarana dan prasarana TIK.

Seperti disampaikan Direktur Eksekutif MASTEL Eddy Thoyyib, menurut penelitian Nomura, di Indonesia setiap orang memiliki 1,9 SIM card telepon seluler, oleh karena itu saat ini di Indonesia beroperasi 250 juta SIM Card telepon seluler. "Sementara itu jumlah pengguna internet sudah mencapai angka 75 juta yang sebagian besar, 80% digunakan oleh orang Indonesia yang berusia antara 15-55 tahun dan pada umumnya menggunakan jaringan nirkabel (wireless). Potensi ini sangat besar dan akan dapat membawa manfaat bagi rakyat apabila dapat digerakkan oleh Pemerintah agar TIK ditujukan untuk sebesar-besar kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara," katanya. Hanya saja, "Dalam buku Visi dan Misi Jokowi & Jusuf Kalla 2014, peran dan fungsi-fungsi tersebut diatas masih belum diuraikan secara rinci," tambahnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, kata Eddy, maka seharusnya telekomunikasi dan informatika merupakan bagian dari infrastruktur ekonomi, di samping infrstruktur lainnya seperti jalan raya, jembatan, bandara, listrik, air, dan pelabuhan. "Untuk ini Indonesia dituntut dalam waktu singkat mengembangkan infrastruktur telekomunikasi pita lebar (broadband) yang mencakup seluas mungkin wilayah Indonesia dengan harapan aplikasi- aplikasi seperti e-Government, e-Health, e-Procurement, e-Education dan “e-Blusukan” dapat segera dimanfaatkan untuk seluruh daerah dan meningkatkan daya saing serta kreativitas masyarakat," tandasnya.

Ditegaskan, di bidang kelembagaan supaya fungsi TIK dapat diselenggarakan sebagaimana mestinya maka MASTEL menyarankan agar Kementrian Komunikasi dan Informatika yang saat ini berada dibawah portfolio Menko Polhukam dialihkan menjadi dibawah portfolio Menko Perekonomian, sehingga TIK dapat tumbuh berkembang menunjang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Dan di DPR-RI Kementrian Kominfo tidak lagi bermitra dengan Komisi I/DPR-RI melainkan bermitra dengan Komisi V (yang membidangi infrastruktur) Khusus untuk fungsi penyebaran informasi (ex Departemen Penerangan) seyogyanya berada dibawah fungsi Sekretariat Negara sedangkan untuk konten berada dibawah tanggung jawab KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Dan untuk pengaturan regulasi dibidang TIK yang terkait dengan infrastruktur dan kualitas pelayanan TIK masih tetap berada dibawah tanggung jawab lembaga BRTI," harapnya.

Lalu mengenai kriteria Menteri Kominfo mendatang? MASTEL menyampaikan usulan dan saran mengenai Prasyarat Umum dan Kriteria Khusus Calon Menteri KOMINFO. Ada dua prasyarat, yaitu umum dan khusus. "Prasyarat Umum, memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, yaitu antara lain tidak pernah tersangkut perkara pidana dan tidak pernah dihukum. Memiliki visi dan pengetahuan yang luas di bidang TIK terutama yang berkaitan dengan aspek teknologi dan kecenderungan masa depan. Memiliki wawasan dan komitmen yang tinggi untuk mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur TIK, sesuai dengan perkembangan teknologi. Memiliki semangat juang dan kemampuan kepemimpinan yang tinggi serta berani membuat keputusan dan bertanggung jawab. Berpendidikan minimum Sarjana atau sederajat dalam bidang Teknik, Ekonomi atau Hukum. Berdisiplin tinggi, berpendirian tegas dan bersih. 7.Terbuka terhadap masukan dan menindaklanjuti serta mampu berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan TIK di Indonesia, serta tidak menjadi pengurus partai politik," papar MASTEL.

Sementara itu, untuk kriteria khusus, diharapkan yang menjadi Menkominfo mendatang harus profesional, berpengalaman dan teruji dalam memimpin dan menunjukkan keberhasilan/kinerja yang baik di industri TIK. Kemudian juga berpengalaman sebagai pemimpin dalam lembaga pemerintahan (birokrasi) yang merupakan faktor penting bagi terciptanya koordinasi yang lancar dan mampu meningkatkan kreativitas yang mendorong pengembangan industri TIK. "Lebih diutamakan yang pernah berperan aktif dalam penyusunan berbagai kebijakan/policy di dalam bidang TIK dan kajian atau studi menyangkut TIK di dalam dan luar negeri," urainya.