Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Interkoneksi Berikan Keuntungan Bagi Para Operator Telekomunikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Sekretaris Jenderal organisasi akademisi Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma), Al Akbar Rahmadillah, mengatakan, penurunan biaya interkoneksi akan memberikan keuntungan bagi operator-operator telekomunikasi. Hal itu karena, katanya, berdasarkan laporan keuangan Telkomsel, pendapatan untuk layanan suara mencapai Rp.105 per menit. Padahal, pemerintah menetapkan Rp.204 per menit.

"Angka Rp204 per menit itu sudah dua kali lipat dari harga Telkomsel. Bagaimana mungkin ini merugikan Telkomsel. Keuntungan per menit mungkin berkurang, tapi kalo dibilang merugikan, jelas tidak," ujar Akbar. Lisuma sendiri merupakan organisasi yang aktif memantau industri telekomunikasi, khususnya menyangkut kepentingan pengguna.

Apa yang disampaikan Akbar, senada dengan yang ditegaskan Plt. Kepala Biro Humas Kementrian Kominfo, Noor Iza. Menurut Noor, rencana Kementerian Kominfo menurunkan tarif interkoneksi dipastikan tidak akan merugikan negara karena operator telekomunikasi bisa menetapkan tarif komunikasi lebih ringan dan memberikan pemerataan kepada seluruh pelanggan.

"Penerapan biaya interkoneksi ini merupakan solusi yang win-win. Jadi kalau dikatakan biaya interkoneksi baru ditujukan untuk menguntungkan operator tertentu, tidaklah tepat," katanya. Ditambahkannya, biaya interkoneksi yang baru disiapkan pemerintah merupakan instrumen penyeimbang. Selain itu, langkah pemerintah menurunkan tarif interkoneksi memacu gairah industri telekomunikasi nasional.

Menurut Noor, pihaknya menemukan fakta setelah melihat laporan keuangan dari operator-operator telekomunikasi di Indonesia, salah satunya banyak operator mengalami minus antara perolehan dengan pengeluaran biaya interkoneksi. Penerapan biaya interkoneksi/ lanjutnya, juga harus diikuti dengan penurunan tarif retail ke pelanggan dan operator telekomunikasi