Search
Jumat 19 Juli 2024
  • :
  • :

Investasi ‘Jumbo’ Starlink di Indonesia: Modal Rp. 30 Miliar dan 3 Karyawan

MAJALAH ICT – Jakarta. Elon Musk dengan Starlink-nya digadang-gadang membawa investasi ‘jumbo’ ke Indonesia. Sambutan pada Elon Musk pun diberikan sangat mewah dan megah, termasuk pejabat tinggi Indonesia pun mendatangi Elon di markas SpaceX. Namun, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, layanan jasa internet Starlink menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp30 miliar dengan hanya memiliki tiga orang karyawan.

Demikian disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta. Diungkapkannya, data investasi Starlink itu didapat dari sistem Online Single Submission (OSS) yang masuk saat Starlink mengurus perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB). “Starlink menurut data OSS, itu investasinya 30 miliar rupiah ini. Ini menurut data OSS ya, tenaga kerjanya tiga orang yang terdaftar,” katanya.

Disampaikan pula, pihaknya tidak terlibat dalam pembahasan teknis investasi Starlink. Ia menyebut perizinan berusaha yang diajukan melalui OSS tidak perlu bertemu secara langsung dengan menteri. Starlink dinilai tidak menyalahi aturan yang ada di Indonesia, sehingga bisa mendapat perizinan berusaha.

Bahlil kurang tahu kementerian mana yang berhubungan langsung dengan Starlink. Ia menyebut kemungkinan adalah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) lantaran terkait dengan satelit dan jaringan internet. “Mungkin Kominfo karena ada hubungannya dengan satelit, kalau kami hanya kebagian NIB-nya saja. Itu keluar tanpa harus ketemu tim, lewat OSS bisa, selama ada notifikasi dari kementerian teknis, sudah jalan. Tapi, kalau ditanya mengapa dan bagaimana, posisi kami jujur kami tidak pernah membahas hal ini secara teknis, jadi kami tidak tahu dan tidak terlibat,” tandasnya.