Search
Jumat 20 September 2019
  • :
  • :

Investree Dorong Pemberdayaan e-Commerce di Indonesia melalui Akses Pembiayaan Syariah

MAJALAH ICT – Jakarta. Pionir fintech-marketplace lending di Indonesia, Investree (PT Investree Radhika Jaya), hadir di acara Pasar idEA selama 4 (empat) hari yaitu mulai hari ini sampai dengan Minggu, 15-18 Agustus 2019, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Dalam gelaran yang diselenggarakan oleh Indonesia E-commerce Association (idEA) atau Asosiasi E-commerce Indonesia bekerja sama dengan Traya Eksibisi Internasional ini, Investree membuka booth di sesi pameran dan menjadi pembicara di sesi workshop. Tak hanya Investree, Pasar idEA juga diikuti oleh berbagai perusahaan e-commerce dan digital terkemuka lainnya.

Sejalan dengan konsep dari acara Pasar idEA sebagai wadah untuk memajukan ekonomi digital di Indonesia dengan mempertemukan para pelaku industri e-commerce dan konsumen secara langsung serta antarpelaku industri e-commerce di Indonesia, Investree memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan lebih lanjut manfaat dan cara kerja produk dan layanan Investree yang dapat digunakan oleh para pelaku e-commerce maupun para pemilik bisnis yang menggunakan e-commerce platform untuk berjualan dalam memperoleh akses pembiayaan. Dengan kata lain, menjadi Borrower di Investree. Selain itu, para pengunjung yang datang juga bisa mengetahui lebih jauh tentang keuntungan dan bagaimana menjadi Pemberi Pinjaman atau Lender di Investree.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, menambahkan, “Secara garis besar, partisipasi Investree di acara ini adalah untuk memperbanyak kontribusi kami sebagai pelopor fintech lending dalam memberdayakan UKM melalui akses pembiayaan yang mudah dan cepat, terlebih mereka yang tergabung dalam perusahaan e-commerce yang ada di Pasar idEA, sekaligus memperkuat ekosistem yang sudah terbangun. Sebagai satu-satunya perusahaan fintech lending Berizin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan yang memiliki 2 (dua) jenis usaha yaitu konvensional dan syariah, kami merasa bahwa hal itu sudah semestinya menjadi tanggung jawab kami dalam membesarkan industri fintech-marketplace lending.”

Kepada para pengunjung yang datang ke booth Investree di Hall B L46-L47 JCC, Tim Investree akan banyak menyoroti promo yang sedang berlangsung dari beberapa produk unggulan yang ditawarkan oleh Investree terutama yang berbasis syariah. Antara lain marjin 0,99% per bulan untuk produk Online Seller Financing (OSF) Syariah dan Cepat dan Ringkas (CRING!) untuk produk Invoice Financing Syariah. Promo-promo tersebut ditujukan kepada Borrower yang menginginkan pembiayaan dengan pengajuan online dan persetujuan cepat. Sedangkan kepada Lender, akan di-highlight promo bonus hingga Rp 30 juta untuk pembelian instrumen investasi syariah Sukuk Tabungan seri ST005 melalui http://sbn.investree.id, kerja sama Investree dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pengunjung yang mendaftar langsung sebagai Borrower atau Lender juga akan mendapatkan kesempatan bermain Wheel of Fortune atau Darts untuk mendapatkan hadiah menarik.

Di sesi workshop yang diadakan pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019, VP Sharia Investree, Arief Mediadianto, akan menjadi salah satu pembicara dalam kelas umum bertema “Permodalan Syariah untuk UKM”. Sedangkan VP Finance & Accounting Investree, Harris Agustian, akan mengisi materi “Belajar Membuat Laporan Keuangan untuk UKM”. Di sini, Investree menjadi satu-satunya perusahaan fintech lending yang memberikan 2 (dua) workshop interaktif dan eksklusif guna membangun wawasan pengunjung Pasar idEA 2019 tentang pengembangan bisnis dan permodalan secara syariah.

“Layanan Investree Syariah merupakan keunggulan dan diferensiasi kami dibanding perusahaan fintech lending lainnya. Di mana kami juga telah mengantongi Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Oleh karena itu, dengan berpartisipasi dalam Pasar idEA 2019, kami ingin lebih banyak mengelaborasi maslahatnya bagi masyarakat luas terpenting UKM yang sedang berkembang sehingga semakin banyak pengusaha yang terbantu dari segi pembiayaan dan kesejahteraan,” tutup Adrian.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *