MAJALAH ICt – Jakarta. Untuk para pengguna pengguna WhatsApp berhati-hatilah. Pasalanya, isi bercakapan lewat instan messaging ini ternyata bisa bocor dan dibaca pihak lain, dengan aplikasi Android berbeda.
Rentannya keamanan WhatsApp menjadi perhatian konsultan keamanan Bas Bosschert. Bosschert mengingatkan adanya celah keamanan pada WhatsApp. Database WhatsApp yang tersimpan pada kartu memori microSD bisa dibaca oleh aplikasi Android apabila pengguna memberikan akses terhadap aplikasi tersebut. Apabila pengguna mengunduh sebuah aplikasi Android dan aplikasi ini meminta akses ke kartu microSD secara teori aplikasi ini bisa membaca data yang tersimpan pada kartu.
Dituding tidak aman, WhatsApp pun bersuara. Menurut WhatsApp, keamanan data para pengguna WhatsApp berisiko hanya apabila mereka mengunduh aplikasi yang mengandungmalware atau jika aplikasi WhatsApp terkena virus. “Dalam keadaan normal, data pada microSD tidak terekspos. Namun, jika perangkat pengguna mengunduh malware atau virus, ponsel mereka dalam keadaan berisiko. Kami selalu merekomendasikan para pengguna agar mengaplikasikan semua software pembaruan untuk memastikan keamanan diperbarui dan kami sangat mendorong agar pengguna hanya mengunduh software terpercaya dari perusahaan bereputasi," kata perusahaan di bawah pimpinan Jan Koum ini seperti dllansir Mashable.
Jawaban ini tentu belum melegakan. Bagaimana mungkin WhatsApp bisa hanya mengandalkan pengguna agar mereka bisa melakukan tindakan bersifat preventif, apalagi mengingat Android sangat rentan akan malware. Soal privasi ini menjadi perhatian pengguna, apalagi setelah WhatsApp dibeli Facebook. Pengguna banyak yang khawatir, data pengguna juga dijual ke Facebook sebagai pemilik barunya, meski hal itu juga dibantah bahwa pembelian WhatsApp tidak termasuk denagn data pengguna. Apa iya?

















