Search
Rabu 18 Februari 2026
  • :
  • :

ITSEC Asia Memperluas Jangkauan Keamanan Siber dengan Seri IntelliBron untuk UKM

MAJALAH ICT – Jakarta. Selama bertahun-tahun, serangan siber kerap menjadi berita utama ketika menyasar perusahaan besar, terutama di sektor keuangan dan ritel. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) sebenarnya merupakan target yang paling sering dan paling mudah bagi pelaku kejahatan siber. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan bahwa ransomware menempati peringkat lima besar risiko terbesar yang dihadapi UKM Indonesia, bersama dengan phishing, eksploitasi kerentanan perangkat lunak, ancaman internal, dan kombinasi rekayasa sosial dengan malware.

UKM tetap sangat rentan karena sebagian besar beroperasi dengan anggaran terbatas, sehingga keamanan siber menjadi prioritas rendah. Sebuah laporan dari Palo Alto Networks menyoroti bahwa UKM hanya mengalokasikan sekitar 14,4 persen dari pendapatan mereka untuk keamanan. Akibatnya, banyak yang masih menggunakan perangkat lunak usang, bergantung pada sistem perlindungan dasar, dan kekurangan personel khusus untuk memantau potensi ancaman siber.

Menanggapi tantangan ini, PT ITSEC Asia Tbk, perusahaan keamanan siber terkemuka di Indonesia, telah mengumumkan perluasan rangkaian solusi IntelliBron miliknya, yang dirancang untuk memberikan perlindungan tingkat perusahaan bagi UKM. Seri IntelliBron saat ini mencakup IntelliBron Orion dan IntelliBron Threat Intel, keduanya dilengkapi dengan pendamping bertenaga AI yang membantu pengguna mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko siber.

IntelliBron Orion adalah solusi keamanan siber canggih yang menyediakan deteksi ancaman dan respons insiden secara real-time, melindungi jaringan perusahaan melalui pemantauan proaktif. Sementara itu, IntelliBron Threat Intel membekali organisasi dengan perangkat untuk melacak, mendeteksi, dan mencegah pelanggaran data dan serangan siber dengan memanfaatkan intelijen ancaman yang dapat ditindaklanjuti. Bersama-sama, solusi ini memberikan perlindungan komprehensif bagi UKM melalui metode instalasi “plug and play” yang sederhana, menjadikannya sangat berharga bagi bisnis yang seringkali kekurangan tim atau sumber daya keamanan siber internal.

Data UGM lebih lanjut menunjukkan bahwa 87 persen UKM di Indonesia telah mengintegrasikan internet ke dalam operasional bisnis mereka, sementara 73 persen telah mengelola akun di berbagai platform e-commerce. Menyadari adopsi digital yang pesat ini, ITSEC Asia memandang perkembangan selanjutnya sebagai langkah krusial: peluncuran solusi IntelliBron baru, sebuah aplikasi seluler otomatis
yang dirancang untuk mengamankan koneksi internet dan melindungi ponsel pintar dari ancaman berbahaya secara real-time.

Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, menyoroti urgensi peningkatan literasi keamanan siber di kalangan UKM. “Rendahnya kesadaran menjadikan UKM sasaran empuk kejahatan siber. Banyak yang masih awam dengan penipuan digital, mulai dari tautan berbahaya hingga domain palsu, sementara infrastruktur yang terbatas membatasi akses ke layanan keamanan canggih. Keamanan siber seharusnya tidak menjadi hak istimewa yang hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar. Itulah sebabnya kami secara rutin menjalankan program literasi keamanan siber untuk publik dan menyediakan perangkat perlindungan yang mudah diakses. Dengan IntelliBron, kami menghadirkan solusi cerdas, intuitif, dan terjangkau yang memberdayakan bisnis untuk beroperasi dengan aman di dunia yang semakin mengutamakan digital.”

Dengan IntelliBron, ITSEC Asia menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi infrastruktur penting sekaligus memperluas dampaknya untuk memberdayakan usaha kecil. Dengan terus berinovasi, perusahaan memastikan solusinya berkembang seiring dengan lanskap ancaman yang terus berubah dan tetap dapat diakses oleh semua orang yang membutuhkannya.