MAJALAH ICT – Jakarta. International telecommunication Union (ITU)-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatur telekomunikasi akan menerapkan pengukuran tingkat keamanan dunia maya di negara-negara se-dunia, untuk melihat komitmen negara-negara tersebut dalam membangun kapasitas keamanan internet di tingkat nasional.
Pengukuran yang berubah Indeks Keamanan Dunia Maya Global (Global Cybersecurity Index/GCI) akan dipelopori oleh ITU dan ABI Research dengan tujuan jangka panjang untuk mendorong berbagai upaya yang lebih lanjut dalam mengintegrasikan keamanan dunia maya pada skala global dan menjembatani kesenjangan di seluruh dunia. Inisiatif ini akan memungkinkan untuk melakukan perbandingan strategi keamanan dunia maya nasional yang berbeda dan praktik terbaik yang akan disorot di daerah tertentu.
Menurut Sekretaris- Jenderal ITU Hamadoun Toure, di sela-sela Konferensi Pembangunan Telekomunikasi Dunia (WTDC) di Dubai. "Konektivitas yang lebih besar juga membawa resiko yang lebih besar. Saat dunia fisik dan dunia maya kita tumpang tindih, ada kebutuhan yang meningkat untuk mengatasi tantangan terkait menjamin keamanan, hak asasi manusia, supremasi hukum, tata pemerintahan yang baik dan pembangunan ekonomi," kata Toure.
Sementara itu, Brahima Sanou, Direktur Biro Pengembangan Telekomunikasi ITU mengatakan, dalam merangkul kemajuan teknologi, keamanan dunia maya harus merupakan bagian integral dan tak terlihat dari proses tersebut. Dan tujuan dari GCI adalah untuk membantu mengembangkan budaya global keamanan dunia maya dan integrasi pada inti dari teknologi informasi dan komunikasi. "Negara-negara perlu menyadari tingkat kemampuan mereka saat ini di dunia maya dan, pada saat yang sama, mengidentifikasi area mana keamanan dunia maya perlu ditingkatkan," tandas Sanou.

















