Search
Rabu 21 Januari 2026
  • :
  • :

Jaringan Pemeras Seks Global Lewat Internet Terungkap

MAJALAH ICT – Jakarta. Banyaknya korban yang jatuh akibat tipuan perempuan yang berpura-pura berkenalan, kemudian membujuk korban memberikan foto atau menggunakan video camera untuk membuka aurat, yang akhirnya korban diperas, telah meresahkan pengguna jejaring sosial maupun pengiriman perkenalan lewat email. Untung saja, jaringan pemeras seks global ini, yang telah memeras korban akibat ancaman foto atau video telanjangnya disebar, terungkap.

Seperti diungkap dilansir dari DW, polisi telah menangkap 58 orang yang ditangkap di Filipina yang menjadi jaringan pemeras global ini. Namun sayangnya, penangkapan ini hanya hanyalah bagian kecil dari sebuah fenomena yang sedang meningkat di dunia yang didorong oleh ledakan sosial media. Seperti disampaikan Direktur Pusat Kejahatan Digital Interpol, Sanjay Virmani. "Skala jaringan pemerasan ini sangat besar,“ kata Virmani.

Kepala polisi Filipina Alan Purisima mengatakan para tersangka ini bisa dikenai sejumlah dakwaan, mulai dari terlibat pornografi anak, pemerasan dan menggunakan teknologi untuk melakukan penipuan. Purisima mengatakan, penipuan ini biasanya melibatkan perempuan palsu yang melakukan kontak dengan orang-orang di luar negeri lewat Facebook dan sosial media lainnya, dan kemudian membangun sebuah hubungan dengan mereka.

"Setelah berkenalan dengan para korban mereka terlibat dalam sex dunia maya atau cybersex, dan ini akan direkam tanpa disadari oleh para korban,” katanya. "Mereka kemudian mengancam akan mengirimkan rekaman itu kepada teman-teman atau kerabat mereka.”

Purisima mengatakan para korban dipaksa membayar antara ratusan atau ribuan dollar Amerika, mengirim pembayaran itu melalui Western Union serta perusahaan penyedia jasa pengiriman uang lainnya.