Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Jaringan Telkomsel di Papua Kembali Normal

MAJALAH ICT – Jakarta. Sistem komunikasi kabel serat optik kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) putus pada 25 Juni 2016 lalu di titik 89 kilometer dari landing point Jayapura ke Demta – Sarmi. Jaringan Telkom Group ke tanah Papua pun bermasalah. Untunglah, jaringan ini telah kembali normal pada Senin, 8 Agustus 2016.

“Saat ini komunikasi data 2G/3G/4G di Kota Jayapura dan sekitarnya sudah berfungsi dengan normal, dimana rata-rata kecepatan unduh atau download speed mencapai angka 2.5 GBps – 2.7 GBps,” terang Muhammad Muslih, GM ICT Operation Maluku Papua. ditambahkannya, SMPCS milik Telkom ini ditarik di bawah laut sejauh 70 kilometer dari titik sebelumnya, agar tidak mengalami kerusakan atau gangguan serupa.

Karena tu, pihak Telkomsel mengucapkan terima kasih bagi pelanggannya di Papua yang tetap setia.  Bahkan, Telkomsel menetapkan quality of service yang sesuai melalui penambahan bandwidth satelit Jayapura-Jakarta dari semula 90 Mbps hingga total menjadi 950 Mbps. “Kami ucapkan terima kasih kepada pelanggan atas kesetiannya dalam menggunakan layanan Telkomsel,” katanya.

Sebagaimana diketahui, jaringan serat optik (FO) bawah laut SMPCS (Sulawesi Papua Cable System) yang terjadi antara Sorong dan Jayapura. Gangguan terjadi pada tanggal 25 Juni 2016 sekitar pukul 13.40 WIB akibat aktivitas gunung berapi bawah laut di perairan Utara Papua.

 

“Telkom menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terutama yang terdampak pada gangguan yang terjadi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi,” ujar Direktur Network IT & Solutions Telkom Abdus Somad Arief di Jakarta.

 

Abdus Somad Arief menjelaskan bahwa putusnya kabel optik bawah laut tersebut kemungkinan disebabkan aktivitas gunung api bawah laut yang mengenai kabel. “Gangguan ini mengakibatkan berkurangnya kapasitas akses data melalui kabel optik, sedangkan untuk akses komunikasi suara (voice) dan teks tetap normal,” jelasnya.

 

Ia menyatakan bahwa saat ini proses mitigasi dan penanganan gangguan sudah dilakukan. Penangangan jangka pendek layanan telekomunikasi dialihkan ke media transmisi satelit dan radio terestrial dengan kapasitas yang sama sebelum menggunakan SMPCS. Untuk menghindari terjadinya hal serupa di masa mendatang, Telkom telah merencanakan untuk melakukan pengalihan rute jaringan serat optik yang diprediksi membutuhkan waktu dua bulan.

 

“Telkom menjamin bahwa layanan komunikasi selular tetap dapat beroperasi dengan baik melayani pelanggan terutama yang berada di luar zona gangguan,” pungkasnya.