Search
Senin 15 Desember 2025
  • :
  • :

Jokowi Berharap 4G Merevolusi Ekonomi Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo meluncurkan layanan 4G nasional di Museum Nasional, Jakarta. Peluncuran teknologi generasi keempat itu ditandai dengan menuliskan pesan Revolusi Digital Merevolusi Ekonomi Indonesia oleh Presiden. Peresmian tersebut disaksikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam peresmian, yang sebelumnya disebutkan hanya akan melakukan teleconference, namun ternyata hadir di acara, Jokowi berharap kehadiran 4G menjadi momentum  revolusi digital mengingat kemampuan dan kecepatan akses internet di negara tetangga lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Indonesia dalam konteks information dan communication technology berada di posisi ke-4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand. 4G diharapkan dapat mengakselerasinya.

"Diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif digital di Indonesia sehingga dapat bersaing di tingkat regional bahkan di dunia," kata Chief RA.

Sebagaimana diketahui, ITU (International Telecommunication Union) organ PBB yang mengurusi telekomunikasi dan teknologi informasi baru saja merilis ICT Development Index (IDI) dunia dalam laporan perkembangan Information Society atau Masyarakat Informasi dunia. Dan posisi Indonesia, masih belum menampakkan kemajuan berarti karena masih menempati posisi bawah, tepatnya 108 dunia.

 

Dalam laporannya, nilai IDI Indonesia hanya 3,94. Pencapaian Indonesia ini masih di bawah negara ASEAN lain seperti Singapura yang mencapai 8,08 dan berada di posisi 19 dunia. Malaysia juga masih jauh di atas Indonesia, dan berada di posisi 64 dunia. Negara ASEAN lain, Brunei Darussalam duduki peringkat 71 dunia, Thailand di nomor 74, Filipina di peringkat 98, dan saingan dekat Indonesia, Viet Nam, ada di posisi 102 dengan nilai IDI 4,28.

Posisi Indonesia, dibanding 2010 hanya naik 1 peringkat saja, dari sebelumnya 109 dunia. Saat itu nilai IDI Indonesia 3,11.