Search
Minggu 14 April 2024
  • :
  • :

Kasus Sedot Pulsa Siap Disidangkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Kejaksaan Agung menyatakan bahwa tersangka kasus pencurian pulsa yakni Direktur Utama PT Colibri Network Nirmal Hiroo Bharwani alias HB Naveen bakal segera disidang karena berkas sudah dinyatakan P21 alias lengkap. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi.

Menurut Setia, Nirmal bersama berkas perkaranya kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 pada 5 Maret 2013 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri untuk segera disidang," jelas Setia.

Dijelaskan Setia, Nirmal disangka melanggar Pasal 62 juncto Pasal 10 huruf a dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 55 KUHP. Dimana, kasus yang dilaporkan oleh feri Kuntoro ke polisi ini mrupakan modus fpenyedotan pulsa melalui layanan SMS Premium. "Itu mengakibatkan kerugian yang dialami masyarakat," ujar dia. Namun, Setia tidak bisa menjelaskan berapa total kerugian yang diakibatkan pencurian pulsa tersebut.

Sementara itu, tersangka lain yang juga terkait dengan pencurian pulsa, yaitu Wakil Direktur PT Telkomsel Khrisnawan Pribadi dan Direktur Utama PT Mediaplay Windra Mai Haryanto belum dinyatakan P21. Sebab, berkas keduanya belum dikembalikan penyidik Polri ke jaksa peneliti untuk dilengkapi.



"Berkas perkara tersangka atas nama Khrisna Pribadi dan Windra Mai Haryanto masih menunggu diserahkan kembali dari penyidik Polri,” tandas Setia.

Sementara itu, di sisi lain, meski industri konten kini berderak kembali setelah kasus penyedotan pulsa, namun begitu, disebut-sebut butuh waktu 2-3 tahun industri konten pulih setelah terbitnya Surat Edaran BRTI No. 177 tahun 2011 lalu.

Demikian dungkap Content Product Manager Indosat Gatot Wibowo Hadiputro. "Butuh 2-3 tahun untuk pulih," katanya. Karena itu, agar tidak terulang kembali kasus sesot pulsa, Indosat mengaku lebih selektif dalam memilih konten yang disediakan untuk pelanggannya.

Indosat sendiri mengharapkan agar bisnis konten bisa bangkit dan memberi kontribusi 25 sampai 30 persen dari total pendapatan Indosat di tahun ini. "Untuk mencapai target tersebut, kualitas konten digital harus ditingkatkan. Masing-masing penyedia konten harus memberikan layanan yang berisi, yang kita yakini benar-benar ada mutunya. Pelanggan pasti senang dengan konten yang punya value, mereka pikir dua kali kalau ingin berhenti langganan," kata Gatot. 

Diungkapkan oleh Gatot, sejak konten SMS menurun, konten yang dianggap menguntungkan adalah jejaring sosial, game, nada sambung pribadi, musik dan video streaming. "Untuk seperti sediakala, butuh dua sampai tiga tahun. Karena itu, Indosat akan berusaha berusaha transparan dalam sistem berlangganan. Kalau pelanggan kecewa, kita bisa kehilangan pelanggan. Kalau pelanggan hilang, kita bakal kehilangan value dan revenue," tandasnya.