MAJALAH ICT – Jakarta. Perkembangan koneksi internet di Indonesia tidak banyak kemajuan berarti dalam beberapa tahun terakhir ini. Alih-alih ingin menjadi yang terdepan di kawasan Asia, di regional Asia Tenggara saja, kecepatan internet Indonesia maish kalah dibanding negara-negara lainnya. Berdasar laporan State of The Intenert Q1-2017 yang dikeleuarkan Akamai, kecepatan internet Indonesia hanya berada di posisi ke-5 di kawasan ASEAN.
Posisi Indonesia, kecepatan internet rata-rata yang dicatat Akamai adalah 7,2 Mbps. Memang secara tahun-ke-tahun ada kenaikan sebesar 59 persen dan dari kuartal-ke-kuartal naik 6,7 persen, namun posisi negara lain yang juga mengalami perkembangan berarti, membuat Indonesia sulit untuk bisa menjadi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.
Untuk Asia Tenggara, yang paling maju kecepatan internetnya adalah Singapura dengan rata-rata kecepatan 20,3 Mbps. Kemudian di bawahnya ada Thailand dengan 16 Mbps, disusul Viet Nam 9,5 Mbps, kemudian Malaysia dengan 8,9 Mbps baru Indonesia dan kemudian Filipina dengan 5,5 Mbps. Indonesia sendiri berada pada urutan ke 77 dalam peringkat Global, sementara Singapura ada di peringkat 7, Thailand 21, Viet Nam 58 dan Malaysia 62.
Korea Selatan terus memiliki kecepatan broadband rata-rata tercepat di dunia pada Kuartal Pertama 2017 ini, sementara Singapura mempertahankan posisinya sebagai negara dengan kecepatan koneksi puncak rata-rata tertinggi,. Meskipun mengalami penurunan 1,7 persen tahun ke tahun, Korea Selatan mempertahankan posisinya di puncak klasemen dengan kecepatan koneksi rata-rata 28,6 Mbps pada kuarter pembukaan 2017.
Empat dari sepuluh pemimpin global dengan kecepatan rata-rata berada di Asia Pasifik. Hong Kong berada di urutan ke empat dengan kecepatan rata-rata 21.9 Mbps, naik 10 persen dari Q1-2016, sementara Singapura berada di urutan ketujuh (naik 23 persen menjadi 20,3 Mbps) dan Jepang berada di urutan kedelapan (naik 11 persen menjadi 20,2 Mbps).
Sembilan negara di kawasan tersebut membukukan kenaikan sebesar 40 persen atau lebih tinggi, dengan Vietnam melihat pertumbuhan year-on-year tercepat (89 persen), diikuti oleh India (87 persen) dan China (78 persen), terang laporan Akamai.
Semua dari 15 negara yang disurvei di kawasan Asia Pasifik memiliki kecepatan broadband rata-rata lebih dari 4 Mbps dan delapan negara dengan kecepatan di atas 10 Mbps.
Meskipun ada peningkatan tahun-ke tahun yang kuat, Filipina dan India tetap berada di peringkat terbawah Asia Pasifik, dengan kecepatan koneksi masing-masing 5.5 Mbps dan 6.5 Mbps.

















