Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Kejagung Bersiap Bawa Dua Mantan Dirut Indosat ke Pengadilan Tipikor

MAJALAH ICT – Jakarta. Kasus dugaan penyalahgunaan frekuensi oleh Indosat-IM2 terus bergulir dan kembali memasuki babak lanjutan. Para tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung akan juga mulai menjalani persidangan sehabis lebaran ini, menyusul vonis yang telah dijatuhkan Majelis Hakim terhadap mantan Dirut IM2 Indar Atmanto. Dua mantan Dirut Indosat yang berkas perkaranya bakal dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi adalah atas nama Jhonny Swandy Sjam dan Hari Sasongko.

Menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto kepada wartawan di Kejaksaan Agung, pelimpahan ini sebagai bagian dari penuntasan kasus dugaan korupsi penggunaan frekuensi jaringan radio 3G, yang merugikan negara sekitar Rp.1,3 triliun lebih. "Mudah-mudahan sehabis Lebaran ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Kita optimis dan dapat kita buktikan seperti perkara Indar Atmanto,” katanya.

Sementara itu, vonis Majelis Hakim kasus dugaan penyalahgunaan frekuensi yang dinilai merugikan negara Rp. 1,3 trliun lebih yang menetapkan mantan Dirut IM2 I mendapatkan  hukuman 4 tahun penjara dan kewajiban membayar Rp. 200 juta, serta hukuman pada IM2 untuk mengembalikan kerugian Rp. 1,3 triliun lebih kepada negara, dinilai Kejaksaan Agung terlalu rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Karena itu, Kejaksaan Agung menyatakan banding.

Demikian dikatakan Jaksa Agung Basrief Arief di Kantor Presiden, Jakarta. JPU dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korups menuntut Indar Atmanto dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Menurut JPU, Indar dianggap sah dan meyakinkan merupakan penanggungjawab penyalahgunaan frekuensi yang berakibat memperkaya Indosat dan IM2 dari 2006.