Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

Kelas Menengah Tumbuh, Bersiap untuk Ledakan E-Commerce di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Bisnis perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia menunggu waktu saja untuk meledak. Hal itu dipicu dengan peningkatan kelas menengah di tanah air. Meski begitu, nilai transaksi yang ada sekarang saja juga sudah trilyunan.

Lembaga riset pemasaran eMarketer menyatakan bahwa pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia pada 2013 diperkirakan mencapai 71 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan e-commerce di negara Tirai Bambu China yang ‘hanya’ sebesar 61 persen. Dalam laporan per Juni lalu, eMarketer menyebutkan nilai transaksi e-commerce di Indonesia tahun ini diperkirakan sebesar 1,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun. 

Diprediksi oleh Boston Consulting Group, di 2015 nilai transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 100 triliun. Hal ini, menurut Boston Consulting, dikarenakan tiga faktor yang mendorong, yaitu pengguna Internet yang diperkirakan mencapai 149 juta pada dua tahun mendatang, popularitas sosial media, dan penetrasi telepon seluler yang bisa menjadi peranti akses Internet. Karena itu, Boston Consulting memprediksi, ledakan e-commerce akan terjadi 2020 dimana jumlah kelas menengah di Indonesia akan mencapai 141 juta orang atau naik dua kali lipat dibandingkan 2011.

Mengenai angka e-commerce saat ini, memang masih simpang siur. Kementerian Komunikasi dan Informasi mengungkap angka yang lebih optimis dimana di 2012 transaksi e-commerce di Indonesia mencapai Rp 126 triliun. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 63 triliun.