Search
Sabtu 17 Januari 2026
  • :
  • :

Kementerian Komdigi Targetkan Ekonomi Digital Indonesia 2026 Capai Rp.155,57 Triliun

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk kontribusi nilai ekonomi digital nasional mencapai Rp155,57 triliun pada 2026, sebagai bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. Target ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pengembangan ekosistem digital yang lebih kuat dan inklusif.

Dokumen Renstra menyebutkan kontribusi Komdigi terhadap ekonomi digital pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp137,89 triliun, dan direncanakan meningkat secara bertahap hingga mencapai lebih dari Rp206 triliun pada 2029. Angka tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap potensi sektor digital dalam menopang perekonomian nasional.

Komdigi juga menargetkan peningkatan skor Indeks Transformasi Digital Nasional (TDN) pada pilar bisnis dari 40,38 pada 2025 menjadi 40,70 pada 2026. Selain itu, kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) direncanakan stabil di kisaran 4,3% hingga 2028, sebelum sedikit meningkat di 2029. Peningkatan kedua indikator ini dianggap penting untuk menunjang daya saing digital Indonesia secara global.

Pilar jaringan dan infrastruktur digital juga menjadi fokus utama. Komdigi memproyeksikan Indeks TDN pilar jaringan akan meningkat dari 56,08 pada 2025 menjadi 56,41 pada 2026, sejalan dengan upaya memperluas dan memperbaiki kualitas konektivitas di berbagai wilayah. Target ini mendukung percepatan akses internet, khususnya di daerah yang belum terlayani, sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital yang merata.

Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kerja digital, meningkatkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), serta menguatkan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga pendidikan. Program-program ini diharapkan dapat menjawab tantangan kekurangan talenta digital yang selama ini menjadi hambatan dalam pertumbuhan sektor teknologi di tanah air.

Pengamat menyatakan bahwa meskipun target Rp155,57 triliun menunjukkan ambisi yang tinggi, pencapaiannya akan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ketersediaan anggaran, percepatan pembangunan infrastruktur digital, dan kesiapan regulasi yang adaptif terhadap laju inovasi teknologi. Hambatan struktural seperti kesenjangan digital antarwilayah juga dinilai perlu penanganan serius agar target tersebut tidak hanya tercapai secara angka, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Target ekonomi digital ini selaras dengan upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian digital global dan menciptakan ekosistem yang mendukung transformasi digital nasional secara berkelanjutan.