Search
Senin 19 Januari 2026
  • :
  • :

Kementerian Kominfo akan Kelola Portal Indonesia.go.id

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengelolaan portal Indonesia.go.id yang ada sejak jaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan beralih ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pengelolaan ini diarahkan agar portal ini merupakan etalase nasional atau Nation Branding bagi Indonesia.

Demikian disampaikan Dirjen IKP Kemkominfo Niken Widiastuti saat membuka FGD Membangun Portal Berbasis Informasi Lintas K/L/D di Depok, Jawa Barat. Menurut Niken, selama ini pengelolaan portal in belum optimal. "Pengelolaan itu dimaksudkan agar Portal Indonesia menjadi garda terdepan upaya Nation Branding, sebab selama ini pengelolaan web portal tersebut tidak optimal," katanya.

Ditambahkannya, keinginan pengelolaan itu disebabkan karena pengalamannya saat mengikuti berbagai konferensi internasional. "Teman-teman kami dari berbagai negara selalu menanyakan mengenai website indonesia yang kontennya tidak optimal informasi terkait Indonesia," ujarnya. Bagi Niken, portal indonesia itu merupakan garda terdepan informasi bagi masyarakat luar negeri. Sudah semestinya pertama kali masuk untuk mengetahui tentang Indonesia adalah di web-portal Indonesia.

"Bagaimana akan mengerti dan mengetahui tentang Indonesia jika portal tersebut tidak optimal pengelolaannya. Hal ini pun sejalan dengan arahan Presiden dalam Forum Kehumasan pada Februari lalu. Salah satu pesannya untuk Kominfo maupun humas pemerintah yaitu perlunya nation branding," jelasnya.

Niken mengutip data good country index dimana Indonesia saat ini masih jauh sekali dibawah negara negara lain. "Kami tidak tahu bagaimana cara untuk penilaiaan ini tapi tentunya menilai indonesia itu karena adanya data informasi tentang indonesia," ungkapnya. 

Menurutnya, kalau di tataran internasional data informasi tentang indonesia tidak ditemukan maka indeks itu terpengaruh juga dengan penilaian. "Kalau masalah pariwisata kita sangat bagus, di peringkat 47 dari tahun lalu 140. Tetapi untuk good country index kita masih dibawah Philipina di 114, Singapura 24, Thailand 53 dan Malaysia 58. Posisi  Indonesia di 119 dari 125 negara ini sangat memprihatinkan," katanya.

Dijelaskannya, mengenai nation branding itu, intinya tidak hanya masalah pertumbuhan ekonomi,  tapi pada sikap budaya, tentang pemerintah, rakyat. Disamping itu, website indonesia memotret segala sesuatu tentang pemerintahannya, eksekutif legislatif, rakyatnya, dan semuanya tapi dalam angle Indonesia Baik. "Negara-negara lain seperti Amerika, Singapura, India dan negara manapun sudah melakukan nation branding salah satu toolsnya adalah website. Karena itu kami merasa perlu ada website dengan portal indonesia,"ujar Niken

Dipaparkan Niken, tujuan pengelolaan nation branding tidak hanya mengukur, membangun memanage, reputasi dari negara Indonesia. "Tapi yang ditampilkan dan dicitrakan adalah berbagai prespektif ekonomi, politik dab budaya. Dalam portal kita, di ketiga perspektif ini, harus menjadi materi dalam berkomunikasi tapi konten ini masuk di dalam portal kita. Harapannya kalau nations branding kita naik maka turis akan datang, investor juga akan datang maka ekspor kita akan naik," papar Niken.

Meskipun demikian, untuk membangun nation branding, kepercayaan publik internal dan indentitas Indonesia juga perlu dirumuskan. Selain itu diupayakan agar bangunan reputasi positif Indonesia juga dapat masuk dalam portal. "Ini adalah citra masyarakat indonesia, citra produk, citra industri, citra geografis dan citra pemerintah," katanya.

Dirjen IKP Mengharapkan nantinya portal Indonesia.go.id menyediakan informasi terpadu dan data tentang indonesia secara menyeluruh akurat dan berkualitas.  "Kemudian membangun reputasi indonesia di dalam maupun luar negeri, membangun citra positif indonesia dalam bentuk konten Indonesia Baik kemudian budaya pariwisata, perdagangan, potensi komoditas, prospek investasi, ekspor dan peraturan-peraturan dan kebijakan terbaru. Karena pemerintah baru saja merasionalisasi peraturan dan kebijakan-kebijakan yang begitu banyak," pungkasnya.