Search
Senin 17 Juni 2024
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Lepas Tangan Soal Baterai Galaxy Note 7 yang Meledak

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa berkenaan dengan beredarnya kekhawatiran konsumen dan masyarakat terhadap produk smartphone Samsung tipe Galaxy Note 7, dinyatakan hingga saat ini belum ada penjualan resmi produk tipe tersebut di Indonesia. Apalagi, Samsung Electronic Indonesia telah mengumumkan pembatalan Pre-Order sesuai dengan pengumuman resminya.

"Terhadap permasalahan pada produk Samsung Galaxy Note 7, dihimbau kepada masyarakat agar tidak membawa dan menghidupkan Samsung Galaxy Note 7 termasuk khususnya melakukan charging (pengisian baterai) baik melalui adaptor, powerbank atau sumber daya ke area atau dalam objek vital publik untuk menghindarkan kejadian atau kecelakaan dari permasalahan baterai," demikian kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza.

Namun demikian, soal baterai Samsugn Galaxy Note 7 yang bermasalah, Kominfo nampaknya lepas tangan, karena menyatakan tidak pernah menguji baterai yang dimaksud. "Bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam melakukan pengujian perangkat adalah pengujian terhadap fungsi pemancaran spektrum frekuensi radio yang digunakan oleh produk telekomunikasi nirkabel yang termasuk persyaratan teknis, contohnya daya pancar (power), frekuensi kerja dan bandwith, emisi liar dan electromagnetic compatibility. Pengujian tidak meliputi secara keseluruhan juga kualitas produknya," tambahnya.

Noor juga menyampaikan, terhadap aspek produk, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian terkait bahwa terhadap kualitas dan adanya kegagalan produk merupakan warranty dari Perusahaan atau Badan yang mengeluarkan atau memproduksi produk tersebut. 

Noor juga berpesan, kepada pihak-pihak yang melakukan penjualan produk Samsung Galaxy Note 7 agar memperhatikan perlindungan kepada konsumen sebagaimana peraturan terkait. "Perlu diketahui saat ini Samsung Galaxy Note 7 belum resmi dijual di Indonesia sehingga penggunanya masih sedikit yang mungkin didapat dari luar negeri. Namun demikian mohon Penanggung Jawab Objek Vital Publik memberikan himbauan kepada pengguna ponsel tersebut agar segera menghubungi Call Center Samsung dan tidak menyalakan atau mengisi baterai selama berada di objek vital tersebut," pungkasnya.