Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Manfaatkan Big Data untuk Transformasi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengelolaan big data milik Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di era transformasi digital menjadi bahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Potensi Pemanfaatan Data Spektrum Frekuensi Radio dalam Mendukung Transformasi Digital, Smart Service dan Open Data.

“Sesuai arahan Dirjen SDPPI Ismail, big data terkait dengan pemanfaatannya, menjadi kata kunci dalam FGD ini,” kata Direktur Operasi Sumber Daya, Ditjen SDPII Kementerian Kominfo, Dwi Handoko saat membuka FGD, di Depok, Jawa Barat.

Menurut Dwi Handoko, FGD ini sebagai upaya meningkatkan wawasan dan sharing informasi terkait dengan pengelolaan dan analisa data serta pemanfaatannya. Termasuk potensi pemanfaatan data spektrum frekuensi radio (SFR) dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis data (smart service) serta open data.

“Ditjen SDPPI memiliki banyak data, seperti Izin Stasiun Radio (ISR), hasil monitoring UPT, sertifikat dan juga monitoring perangkat, pengujian, dan sebagainya. Data-data itu selama ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan perizinan. Ada paradigma baru terkait pemanfaatan spektrum frekuensi radio. Di beberapa negara sudah mulai membuka data spektrumnya kepada masyarakat untuk bisa dimanfatkan lebih jauh,” papar Dwi Handoko.

Beberapa waktu lalu, Direktur Operasi Sumber Daya mengikuti rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mengutip perwakilan DPR, Dwi mengatakan Indonesia punya prioritas daerah pariwisata, tetapi kualitas komunikasi kurang dalam arti jangkauan telekomunikasinya baru satu operator atau masih 2G. “Bagaimana daerah mau berkembang jika komunikasinya kurang baik,” kata Dwi mengutip pernyataan anggota dewan.

Data terkait dengan spektrum tidak sekadar dimanfaatkan untuk proses perizinan, tapi juga bisa untuk ke sektor-sektor yang lain. Informasi terkait data yang bisa diakses masyarakat umum pada situs resmi Ditjen SDPPI, antara lain Peta Wilayah Layanan Masterplan TV Digital, Peta Okupansi dan Kepadatan ISR Microwave Link, Peta ISR Microwave Link dan Korelasinya Terhadap PDRB, serta Data ISR Coast Station di Sekitar Pelabuhan Perikanan.

“Sekarang kita sudah membuka data dengan nama SDPPI Maps pada situs resmi Ditjen SDPPI yang bisa dilihat pada halaman utama,” ujar Dwi yang menyajikan materi Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Spektrum Frekuensi Radio serta Tantangan ke Depan.

Narasumber utama lainnya dalam FGD tersebut antara lain Praktisi Informatika Bambang Heru Tjahjono, Praktisi dan Akademisi Bidang Statistik dan Data Yunarso Anang, Rolly Rochmat Purnomo dari BRTI, Indra Apriadi dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, dan Yessi Arnaz Ferari dari Pusat Data dan Sarana Informatika, Kementerian Kominfo.