Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Sediakan Lapangan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya menciptakan kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi generasi muda penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang SDM, Sri Cahaya Khoironi, pada pembukaan Jambore TI bagi Generasi Muda Penyandang Disabilitas 2016 di Padang, Selasa (15/11/2016).

“Kemkominfo sebagai leading sector pembangunan bidang kominfo akan mencoba membantu fasilitas penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterampilan tenaga kerja bagi generasi muda penyandang disabilitas,” kata Sri Cahaya Khoironi.

Hal ini, lanjutnya, merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk menghilangkan stigma negatif yang masih terus melekat di masyarakat saat ini terhadap penyandang disabilitas.

“Jika dulu masyarakat umumnya malu memiliki keluarga penyandang disabilitas, marilah sekarang kita ubah, justru malu jika memiliki keluarga yang tidak produktif atau tidak bekerja,” tegas Sri.

Oleh karena itu Sri juga berharap agar pemerintah daerah terutama dapat terus mengedepankan prestasi anak-anak penyandang disabilitas tersebut. Hal ini juga penting, lanjutnya, demi menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam upaya menyamakan posisi penyandang disabilitas di masyarakat, menurut Sri, ada tiga unsur utama yang dapat mempengaruhi, yaitu unsur keluarga, unsur lingkungan dan masyarakat, serta negara dan pemerintah. Unsur dukungan keluarga, menurut Sri, dapat sangat membantu penyandang disabilitas dalam membangun kepercayaan diri.

“Keluarga tidak boleh terus menerus terkungkung dalam posisi malu punya keluarga disabilitas,” katanya.

Sementara itu, stigma negatif di lingkungan dan masyarakat juga perlu diubah. Demikian pula dengan negara dan pemerintah yang terus berupaya membantu pengembangan SDM bagi penyandang disabilitas, salah satunya Kemkominfo melalui Badan Litbang SDM untuk pengembangan di bidang TIK.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari 10 provinsi di Sumatera ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Jambore TI bagi Penyandang Disabilitas 2016 yang juga diselenggarakan di empat kota besar lainnya, yaitu Ambon, Banjarmasin, Makassar, dan Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), perwakilan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Sumatera Barat, dan perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), dan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) dari kota Padang dan sekitarnya.  

Kompetisi pada Jambore TI kali ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu individu dan kelompok. Untuk kategori individu, ada kompetisi e-tools (penggunaan Ms. Excel dan Ms. Word), dan e-life maps, yaitu pemaksimalan penggunaan internet.

Sementara di kategori kelompok, terdapat kompetisi e-design (pembuatan poster), e-design untuk blog, e-creative dengan menggunakan aplikasi Scartch, dan e-creative untuk games. Seluruh kompetisi tersebut dapat diikuti oleh semua peserta, kecuali kompetisi e-tools Ms. Excel hanya diperuntukkan bagi peserta dengan disabilitas penglihatan. Pada hari pertama ini, kegiatan diisi dengan pelatihan bagi peserta untuk mengikuti kompetisi di esok hari.