Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Kementerian Kominfo Terus Fasilitasi Pelatihan SKKNI Guna Penuhi Keahlian SDM Bidang TIK

MAJALAH ICT – Jakarta. Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar mengatakan kegiatan pelatihan SKKNI Bidang Informatika akan memenuhi kebutuhan keahlian SDM Bidang TIK. “Acara ini dilakukan untuk memenuhi permintaan SDM dengan keahlian TIK yang cukup tinggi, terutama dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang merupakan permulaan dari tantangan di lingkup persaingan global yang lebih tajam,” katanya dalam kegiatan Sertifikasi Nasional Berbasis SKKNI Bidang Informatika di Bandung, Jawa Barat, minggu ini.

Dalam kegiatan tersebut, Basuki Yusuf Iskandar menyebutkan keuntungan mengikut kegiatan ini adalah mendapatkan bimbingan teknis dan sekaligus sertifikasi keahlian. “Salah satu keuntungan kegiatan ini sebagai bimbingan teknis dan sertifikasi, yang menjadi penting sekali karena merupakan standar kompetensi kerja nasional Indonesia,” paparnya.

Kepala Badan Litbang SDM mengatakan saat ini seleksi penerimaan pekerjaan semakin ketat, sehingga sertifikasi menjadi dibutuhkan pada saat melamar pekerjaan, sebagai standar penerimaan atas dasar kompetensi kerja seseorang. “Dengan pelatihan SKKNI, diharapkan jika tingkat kompetensi TKI bisa diukur maka hal ini dapat menjadi acuan manajemen pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia. Tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Pusat, namun juga membutuhkan partisipasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, dan diharapkan akan mendorong terbentuknya Lembaga-Lembaga Pelatihan yang berbasis kompetensi. Lembaga ini apabila dapat diwujudkan maka akan memudahkan bagi calon Tenaga Kerja, dan pemerintah hanya tinggal menguji kompetensi tersebut,” jelasnya.

Menurut Basuki Yusuf Iskandar Kementerian Kominfo pada tahun ini akan mensertifikasi 12.000 orang lulusan pendidikan vokasi. “Tahun ini kegiatan SKKNI yang dilakukan oleh Badan Litbang SDM Kominfo, baru akan mampu mensertifikasi 12.000 orang lulusan vokasi, sementara masih banyak lulusan SMK bidang Informatika lainnya yang tiap tahun mencapai 250 ribu orang, yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan seperti ini,” paparnya.

Lebih lanjut Basuki mengatakan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pelatihan kompetensi, yaitu keahlian, knowledge, dan sikap kerja. “Sikap kerja perlu ditumbuhkan dalam diri masing-masing karena merupakan atribut penting yang akan berperan dalam lingkungan pekerjaan nantinya. Selain itu, kekurangan Tenaga Kerja Indonesia adalah dari segi kemampuan berbahasa asing dan kemampuan menyampaikan pendapat secara kritis dan membangun, serta memberikan ide-ide baru untuk memperbaiki keadaan. Hal-hal tersebut merupakan atribut yang juga perlu menjadi perhatian untuk ditingkatkan agar dapat bersaing dalam pencarian kerja,” jelasnya.

Kepala Badan Litbang SDM mengharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja dan semua peserta bisa lulus. “Tujuan pelatihan ini diharapkan dapat mencetak skilled labor untuk meningkatan kualitas Angkatan Tenaga Kerja Indonesia, baik untuk bekerja di dalam maupun di luar negeri. Kami berharap kesempatan yang diberikan pemerintah ini dapat digunakan sebaik baiknya oleh peserta karena hanya peserta yang lolos seleksi yang dapat mengikutinya,” harapnya.

Fasilitasi Angkatan Kerja Muda
Kepala Pusbang Litprof SDM Informatika Hedi M. Idris mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sertifikasi dapat memberkali angkatan kerja dengan sertifikat kompetensi agar bisa bersaing di dunia kerja. “Tujuan dan sasaran fasilitasi sertifikasi SKKNI ini adalah untuk membantu angkatan kerja khususnya lulusan SMK, DI, DII, dan DIII (lulusan vokasi) bidang informatika memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga diharapkan mereka lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan mampu bersaing di dunia kerja baik dalam skala lokal maupun global,” paparnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan sertifkasi angkatan kerja Bidang Informatika itu. “Kegiatan ini sangat bermanfaat baik bagi peserta sendiri maupun bagi masyarakat dan daerah. Bandung yang baru saja dinobatkan menjadi ‘Kota Pintar’ sangat membutuhkan dan bertekad menghasilkan SDM dengan keahlian di bidang TIK untuk mencapai visi dan misinya,” katanya.

Menurut Ahyani Raksanagara, keahlian bidang informatika sangat diperlukan di berbagai bidang dan harus dikuasai agar dapat bersaing di dunia kerja. “Penggunaan teknologi menjadi kebutuhan bagi pemerintah dalam melayani masyarakatnya. Kota harus diurus dengan cerdas, maka masyarakatnya harus cerdas. Selain itu, saat ini keahlian di bidang TIK sangat dibutuhkan terutama untuk bersaing saat memasuki dunia kerja” tambahnya.

Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Berbasis SKKNI Bidang Informatika dilaksanakan dalam bentuk penjelasan materi uji kompetensi, Pre Assesment, Uji Kompetensi dan Assesment yang dipandu oleh Tim Asesor dengan diketuai oleh Direktur LSP Informatika, Muhaemin. Kegiatan fasilitasi diikuti oleh peserta dengan klasifikasi para lulusan SMK, DI, DII, dan DIII bidang TIK yang belum bekerja dari wilayah kota Bandung dan sekitarnya, yang telah dinyatakan lolos seleksi. Pelaksanaan pelatihan di Bandung ini merupakan yang ke-15 dari rangkaian acara pelatihan serupa yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia tahun ini.