Search
Rabu 17 April 2024
  • :
  • :

Kementerian Kominfo: Tidak Benar Hacker Australia Serang Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (Id-SIRTII/CC) terus melakukan investigasi secara cepat dan berkoordinasi dengan pihak Australia Computer Emergency Response Team (CERT-Australia) terkait dengan informasi kegiatan penyadapan yang dilakukan oleh Australia sebagaimana telah disampaikan secara tegas oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada tanggal 18 November 2013 lalu.

Pasalnya, investigasi yang dilakukan tersebut untuk terus menjaga agar informasi ini tidak menambah ketegangan di antara masing-masing negara.

"Adapun hasil investigasi sejauh ini menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S. Dewa Broto. 

Gatot menjelaskan, menyusul adanya sikap kekecewaan yang sangat mendalam dari Pemerintah Indonesia terhadap kegiatan penyadapan yang dilakukan oleh Australia sebagaimana telah disampaikan secara tegas oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada tanggal 18 November 2013, maka beberapa hari terakhir ini banyak informasi yang tersebar melalui berbagai media sosial dan juga media online dan cetak terkait dengan adanya serangan yang dilakukan oleh Anonymous Australia yang ditujukan ke infrastruktur strategis milik Indonesia.

Informasi ini berasal dari seseorang yang menyatakan dirinya sebagai Anonymous Australia sebagaimana yang tercantum pada salah satu halaman pastebin.com, yang menyebutkan, bahwa telah dilakukan peretasan pada berbagai situs di Indonesia, antara lain adalah: soloairport.com, situs Garuda Indonesia Airways, situs Angkasa Pura dan situs pendidikan.

Rangkaian aktifitas peretasan ini diduga merupakan dampak dari pengakuan Snowden, bahwa Amerika Serikat dan Australia diduga kuat telah melakukan aktifitas penyadapan terhadap informasi yang dimiliki oleh sejumlah negara termasuk Indonesia.

Sebelumnya tersiar kabar bahwa Anonymous dari Indonesia telah melakukan peratasan pada berbagai infrastruktur strategis milik pemerintah Australia. "Informasi-informasi tersebut pada akhirnya memicu keresahan, polemik dan tanda tanya dari berbagai pihak mengenai apa yang sebenarnya terjadi," jelas Gatot.

Menurut Gatot, pemberitaan informasi terkait dengan peretasan ini sangat berpotensi memicu keresahan dari masing-masing pihak khususnya para pengguna internet untuk menggunakan internet secara aman dan sehat, bahkan lebih jauh lagi hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi yang tidak jelas ini.