Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Kementerian Koperasi dan UKM Apresiasi Kehadiran Buatkontrak.com untuk Bantu UKM

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi kehadiran www.buat kontrak.com yang bisa membuat pelaku UKM di Indonesia melek hukum dan terlindungi secara hukum, terutama dalam hal pembuatan dan penerapan kontrak bisnis dengan mitra bisnisnya.

“Masih banyak pelaku UKM yang buta akan kontrak bisnis, atau segan berurusan dengan bank yang juga ada kontraknya, dan sebagainya. Oleh karena itu, saya melihat bahwa kehadiran buat kontrak.com bisa membantu UKM dalam hal kontrak bisnis,” jelas Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS.

Apalagi, lanjut Prakoso, pelaku UKM sudah memiliki pasar atau buyer hingga pasar di luar negeri. “Kita perlu intens sosialisasi ke pelaku UKM bahwa betapa pentingnya sebuah pemahaman terhadap kontrak bisnis. Jangan lagi para UKM alergi dengan kontrak bisnis, bercuriga terhadap kontrak bisnis, dan apa perlunya kontrak bisnis. ?Saya melihat, pelaku usaha kecil yang akan naik kelas ke menengah, harus melek hukum, khususnya terkait pemahaman kontrak bisnis dengan pihak lain. Ini untuk menghindari penipuan dan melindungi usahanya,” tandas Prakoso.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Founder dan Managing Partner buat kontrak.com Rieke Caroline menjelaskan, pembentukan website ini didasari keinginan yang kuat untuk memberi perlindungan hukum kepada mitra UKM karena keterbatasan mereka terhadap akses hukum yang Sebetulnya mereka butuhkan. “Bila selama ini kita mengenal FinTech, ini disebut LegalTech. Yaitu, memadukan hukum dan teknologi yang pertama di Indonesia untuk melayani kebutuhan hukum pelaku UKM”, kata Rieke.

Rieke mengakui, hal itu beranjak dari pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya saat kecil. “Usaha keluarga saya jatuh karena ketidakpahaman kontrak bisnis yang ditandatangani oleh Ayah saya”, imbuh dia.

Rieke juga mengungkapkan, seringkali UKM menomorduakan kontrak bisnis yang pada akhirnya justru menjadi bumerang untuk usaha yang dijalani, hingga akhirnya terjerat oleh sengketa hukum akibat ketidaktahuan akan kontrak bisnisnya. “Berdasarkan itu, kami (Rieke dan Billy Boen) membetuk online platform yang dapat mengakomodir kebutuhan kontrak/perjanjian para mitra UKM agar ke depannya bisnis yang dijalani terhindar dari sengketa hukum,” pungkas Rieke.