Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Kerja Sama SmartFren dan BTEL Rentan "Di-IM2-kan" oleh Kejaksaan Agung

MAJALAH ICT – Jakarta. PT SmartFren Telecom telah menyepakati kerja sama dengan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Ditargetkan, finalisasi perjanjian kolaborasi penggabungan usaha dan perjanjian sewa jaringan terjadi dalam waktu dekat. BTEL disebut-sebut akan memiliki saham minoritas di SmartFren.

Menurut Direktur Keuangan Smartfren Antony Susilo mengatakan, dalam perjanjian, jaringan Bakrie Telecom akan digabungkan dengan jaringan Smartfren. SmartFren akan menerima alokasi frekuensi tambahan milik Bakrie Telecom pada pita 800 MHz. "Dari sisi Bakrie Telecom, mereka akan menerima saham Smartfren. Jumlahnya belum dapat dipaparkan secara rinci, namun mereka akan menjadi pemegang saham minoritas,” kata Antony

Melihat rencana kedua perusahaan ini, Pengamat Telekomunikasi mengingat bahwa pola seperti itu rawan untuk dipersoalkan oleh Kejaksaan Agung. Seperti yang terjadi dengan kerja sama IM2 – Indosat, katak Heru, IM2 dinilai tidak memiliki hak menggunakan frekuensi yang dialokasikan untuk Indosat, meski IM2 adalah anak usaha. 

"Walaupun kasus IM2 kontroversial, namun hingga keputusan ini sudah menjadi keputusan hukum tetap yang ditetapkan Mahkamah Agung, dimana pola kerja sama itu dianggap tidak boleh. Sehingga, bilamana SmartFren menggunakan frekuensi yang dialokasikan untuk BTEL, bukan tidak mungkin Kejaksaan Agung akan turun tangan dan meng-IM2-kan kasus ini," kata Heru.

Disarankannya, baiknya kedua perusahaan terang-terangan saja, misalnya untuk melakukan merger. Dengan merger, maka hanya akan ada satu entitas yang berhak atas frekuensi. "Jika BTEL menjadi bagian dari SmartFren, ini lebih bagus. Sehingga SmartFren dapat menggunakan frekuensi yang sebelumnya dialokasikan BTEL, tanpa perlu takut dipersoalkan oleh Kejaksaan Agung," jelas Heru. "Namun tentunya, seperti saat merger XL Axiata dengan AXIS, frekuensi BTEL dikembalikan dulu kepada pemerintah. Pemerintah berhak mengambil seluruh frekuensi untuk dialokasikan kepada operator lain, termasuk SmartFren, atau mengalokasikan hanya sebagai frekuensi," pungkasnya.