Search
Selasa 18 Juni 2024
  • :
  • :

Kominfo Ajak Masyarakat Kembangkan Budaya Cyber Security Awareness

MAJALAH ICT – Jakarta. Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa Henri Subiakto menyatakan persoalan cybersecurity tidak hanya berkaitan dengan regulasi dan teknologi yang akan kita gunakan tetapi juga budaya awareness.  

"Terkait banyaknya aktivitas masyarakat di dunia cyber, maka cybersecurity menjadi penting karena keberadaaan anak, cucu kita sebagian besar terkait dengan cyber life atau cyber world,” katanya dalam Simposium Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritikal di Indonesia yang diselenggarakan di Bali, Rabu (27/07/2016).

Henri Subiakto mengharapkan kepada peserta yang hadir pada acara simposium tersebut yang berasal dari instansi sektor strategis nasional, akademis dan industri, untuk berempati terhadap masa depan dengan memperhatikan cyber security. "Hampir semua aktivitas masyarakat menggunakan cyber world atau cyber life. 

“Dunia perbankan tidak akan dianggap maju jika tidak menggunakan cyber world. Demikian juga dengan akses kesehatan, pertahanan, dan pertanian,” jelasnya.

Acara simposisum dikemas dalam bentuk Diskusi Panel yang menghadirkan pembicara Kepala Subdit IT & Cyber Crime Bareskrim Polri Idam Wasiadi. Menurutnya, cybercrime menjadi prioritas penanganan di seluruh negara di dunia. "Sama halnya seperti kasus perdagangan ilegal narkoba, kejahatan ekonomi, TPPU, fraud, penyelundupan manusia, perdagangan manusia, dan counter terrorism,” paparnya.

Idam Wasiadi menjelaskan hampir semua negara mengalami kesulitan dalam menginvestigasi kasus cybercrime karena sifatnya yang anonimus, transnasional, dan terorganisasi. "Cyber crime juga attacking national critical infrastructure, memunculkan heavy damage, reputation, public security, dan lain sebagainya,” paparnya. 

Oleh karena itu, Idam Wasiadi mengatakan kejahatan cyber tidak bisa ditangani sendiri. “Ini memerlukan kerjasama dengan semua stakeholders, baik dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.