MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika sore ini (27/10) menggelar acara lepas sambut dari Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, Tifatul Sembiring dengan yang Menteri Kominfo yang baru, Rudiantara.
Acara sendiri agak di luar kebiasaan karena tidak dihadiri para petinggi penyelenggara telekomunikasi. Selain itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia juga luput dari undangan serah terima jabatan. Padahal, BRTI merupakan pengatur, pengawas dan pengendali industri telekomunikasi, yang secara hirarki bertanggung jawab kepada Menteri Kominfo.
Acara pisah sambut sendiri, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu di Jakarta, digelar usai Rudiantara dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Senin di Istana Merdeka, Jakarta dan menghadiri Sidang Kabinet pertama Kabinet Kerja.
Dalam acara lepas sambut itu, Tifatul Sembiring menyerahkan memori jabatan kepada Rudiantara. Memori jabatan berisi capaian program yang telah dilakukan oleh Menteri Kominfo sebelumnya serta capaian program, baik yang masih berjalan maupun yang telah direncanakan sehingga Menteri Kominfo yang baru dapat melanjutkan program tersebut atau memperbaruinya.
Mengenai pendapatnya dengan terpilihnya Rudiantara sebagai Menkominfo, Ismail mengatakan bahwa dengan kecakapan Rudiantara, tidak perlu dikhawatirkan lagi karena sosok menteri tersebut sudah berpengalaman lama di sektor telekomunikasi. "Saya kira Rudiantara mumpuni di dunia telekomunikasi sehingga tidak perlu adaptasi kembali. Jejak rekamnya juga memperlihatkan bahwa dia tepat di posisi ini," sambut Ismail.

















