Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Kominfo Telah Kirim Surat, Slot Orbit 105,5 BT Diambil Oleh Negara

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi telah mengirimkan surat kepada Indosat terkait pemanfaatan slot orbit 105,5 BT. Dalam suratnya, pemerintah menyatakan menarik slot orbit 105,5 BT dari Indosat dan akan menggunakan slot orbit tersebut untuk kepentingan negara.

Kepala Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengakui mengenai surat yang disampaikan Kominfo ke Indosat. Gatot mengatakan slot orbit harus dikuasai negara tetapi dalam pemanfaatan dapat dipakai oleh operator telekomunikasi. Setiap mendekati batas waktu pemanfaatan orbit harus ada pemberitahuan kepada ITU, kalau tidak dilaporkan akan dimanfaatkan oleh negara orbit. “Mereka harus konsekuen dengan batas waktu yang diatur dalam permen No.13/2007, jeda waktu beberapa tahun sebelumnya sudah harus kasih tahu. Nah, itu yang terlambat dilakukan Indosat,” tandas Gatot. 

Indosat sendiri baru kirim proposal pemanfaatan satelit di slot orbit 105,5 minggu lalu. Namun begitu, Presiden Direktur dan COE Indosat Alexander Rusli menolak jika dikatakan pihaknya telat menyampaikan pada pemerintah.  Menurut Alex, surat yang dikirim pemerintah itu masih agak rancu. Saat ini slot orbit 105.5 BT masih diisi oleh satelit Palapa C2 milik Indosat. Satelit itu masih aktif dan memiliki pelanggan di mana Indosat memperoleh revenue dari biaya sewa transponder. "Kami akan mengikuti proses yang ada. Satelitnya saja masih di udara sampai 2015. Satelit itu tadinya dipikir habis pada 2012, tapi secara band lebih irit jadi bisa sampai 2015. Sekarang masih ada revenue buat kita,” kata Alex.

Alex mengungkapkan, jika pemerintah mengambil alih slot orbit itu maka Indosat berpotensi menderita kerugian sekitar 200 juta dolar AS hingga 250 juta dolar AS, yang berasal dari harga satelit dan uang muka yang telah dibayarkan. Alex sendiri menegaskan Indosat masih berkomitmen untuk meluncurkan satelit sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Menurutnya, Indosat akan berupaya agar proses berjalan sesuai dengan ketentuan di mana Indosat memiliki hak pada orbit itu karena masih memiliki pelanggan.