MAJALAH ICT – Jakarta. Beberapa waktu lalu, beberapa pengguna sistem operasi Android kena tipu. Alih-alih menggunakan aplikasi anti virus untuk Android, dan dikenakan bayaran, namun ternyata aplikasi tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana diharapkan. Ini yang terjadi dengan aplikasi Virus Shield. Aplikasi yang baru diupload pada 28 Maret lalu mendapat keluhan dari banyak pengguna. Aplikasi ini sudah diunduh oleh 30 ribuan orang dengan harga 3,99 dolar AS atau sekitar Rp. 46 ribu. Aplikasi ini menjanjikan untuk menjejak virus pada ponsel Android tanpa mengurangi masa hidup baterai. Aplikasi ini bahkan mendapatkan review dengan lima bintang.
Mengetahui hal terebut, Google sebagai pemilik platform Android cepat bertindak dengan memberikan ganti rugi bagi para pengguna yang telah tertipu anti virus palsu tersebut. Bukan hanya mendapatkan uangnya kembali, namun juga akan mendapat kredit pembelian aplikasi lain senilai 5 dolar AS.
Google sendiri merasa kecolongan dengan hadirnya aplikasi palsu tersebut. Namun Google memastikan bahwa Virus Shield telah melanggar kebijakan Play Store dengan membuat sejumlah klaim palsu.
Sebagaimana diketahui, aplikasi Virus Shield setelah diunduh pengguna dan berbayar, ternyata anti virus ini tidak bekerja sama sekali. Ketika diuji, tidak ada kode tambahan dalam aplikasi sehingga memang tidak bisa melakukan apa-apa. Alhasil, aplikasi ini sudah ditarik dan developer nya dicekal untuk bisa menawarkan aplikasi lainnya.
Developer nya sendiri, Deviant Solution, membela diri bahwa pengembang mereka melakukan kesalahan yang bodoh. "Aplikasi yang versinya diunggah bukan merupakan aplikasi yang seharusnya dirilis. Terjasi kerancuan antar versi mana yang berisi anti virus dan mana yang baru tahap awal perancangan Kamipun menarik aplikasi dari marketplace, namun akun kami sudah di-suspend lebih dulu oleh Google Play sehingga perubahan aplikasi tidak bisa diunggah," bela Jessse Carter dari Devian Solution.
Entah benar atau tidak, namun memang modus jawaban seperti itu sudah standar jika ‘penipu’ ketahuan atau ditangkap. Sehingga, baiknya pengguna Android berhati-hati untuk mengunggah aplikasi apalagi yang berbayar.

















