Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Laboratorium dan Kantor Pusat Penanggulangan Cyber Crime Indonesia Hibah Australia

MAJALAH ICT – Jakarta. Keterkaitan Australia di bidang teknologi informasi dengan Indonesia sangat dekat, bahkan melekat erat. Informasi apa yang dimiliki Indonesia, seperti terjadinya hilir mudiknya trafik informasi lewat internet, tentu juga didapat negeri Kangguru tersebut. Hal itu karena ternyata, laboratorium dan kantor pusat penanggulangan cyber crime yang ada merupakan hibah dari Australia.

Kantor Pusat Investigasi Kejahatan Transnasional Cyber Crime Investigation Center) di Mabes Polri, diresmikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat itu, Jenderal Pol Timur Pradopo, dan Kepolisian Federal Australia Komisioner yang waktu itu diwakili Pol Tony Negus. Kantor pusat investigasi dengan dana hibah dari pemerintah Australia senilai 4,8 juta dollar AS ini bertempat di Bareskrim Polri.

Dana senilai 4,8 juta dollar AS kepada pihak Polri memang telah dikucurkan pada saat kunjungan Menteri Dalam Negeri Australia Brendan O’Connor ke Mabes Polri pada 16 Maret 2011 lalu. Dana tersebut ditujukan untuk melengkapi peralatan, perlengkapan dan pelatihan penegakan hukum untuk anggota Polri di Pusat Laboratorium Cyber Crime ini. Menurut Timur, peralatan didukung teknologi informasi lebih lengkap dibanding sebelumnya sehingga diharapkan kejahatan transnasional akan semakin mudah diungkap dengan adanya Pusat Investigasi Cyber Crime ini.

Hibah Australia juga dikucurkan untuk Divisi Cyber Crime Polda Metro Jaya dengan dibangunnya kantor Cyber Crime Investigations Satellite Office bekerja sama dengan Australia Federal Police (AFP). Kerjasama itu dilakukan untuk memberantas kejahatan lewat dunia maya yang dianggap sudah mengkhawatirkan. Proyek tersebut dibangun dengan dana sebesar 9 juta dollar Australia. Dengan adanya laboratorium ini, polisi dapat memantau segala bentuk kejahatan di dunia cyber serta memerangi terorisme melalui internet.