Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

Layanan IoT Indonesia Diprediksi akan Meningkat Signifikan

MAJALAH ICT – Jakarta. Layanan Internet of Things (IoT) akan meningkat secara signifikan, termasuk di Indonesia. Firma riset International Data Corporation (IDC) memprediksi, di Asia Pasifik hingga 2020 akan terjadi peningkatan perangkat dari 8,6 miliar dari 3,1 miliar perangkat pada saat ini. Sedangkan, dari sisi pertumbuhan pasar, nilainya diperkirakan mencapai US$250 miliar pada 2015 menjadi 583 miliar dolar AS pada 2020. Sektor perangkat rumah tangga (utilitas), perkantoran, korporasi, dan transportasi adalah sektor yang paling banyak menerapkan teknologi IoT atau terhubung dengan internet.

Demikian disampaikan Direktur Pelaksana Asia IoT Business Platform Zaf Coelho di Jakarta. "Saya melihat yang potensial masih di sektor utility, seperti penghitungan meter listrik PLN atau untuk transportasi telah digunakan untuk memonitor kendaraan atau jalan. Selain itu, pemahaman korporasi dalam melakukan efisiensi perusahaan juga akan menjadi peluang yang cepat dalam pemanfaatan IoT," katanya.

Dijelaskan Zaf, dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia, Indonesia akan menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan IoT di kawasan Asia Tenggara. Sayangnya ia masih belum bisa memperkirakan berapa persisnya potensi pengguna Iot di Tanah Air. Namun, pada dasarnya pengguna IoT bisa dilihat dari pengguna telepon pintar di Tanah Air karena aplikasi yang digunakan rata-rata sudah tergolong IoT. Selain dua sektor tersebut, lanjut Zaf pertumbuhan IoT juga sangat ditentukan oleh industri telekomunikasi. "Semakin banyaknya para pemain di bisnis telekomunikasi merilis produk M2M akan semakin banyak orang yang peduli dan mulai menggunakannya," ujarnya.

Zaf melihat, sekarang ini banyak orang yang tidak sadar kalau mereka sudah menggunakan IoT. Padahal setiap hari mereka sudah menggunakannya. "Contohnya, ketika menggunakan ponsel dengan berbagai aplikasi di dalamnya, yah di situ secara tidak sadar dia sudah menggunakan IoT," imbuhnya.

Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi di event Asia IoT Business Plaftform itu juga menegaskan bahwa setelah era gadget, maka sekarang dan ke depan semua akan terhubung dengan internet. "Kulkas, AC, CCTV, termasuk kendaraan, akn terhubung ke internet. IoT akan diadopsi oleh banyak sektor dari otomotif, energy, telekomunikasi, perbankan, bahwa ketika kita bicara smart city juga punya kaitan erat dengan IoT," jelasnya.

Ditambahkan Heru yang didaulat menjadi chair person di event Asia IoT Business Plaftform tersebut, meski mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan, dan juga peningkatan jumlah pengguna, namun IoT masih besifat sporadis dan ekosistem belum terbangun. "Karena itu saya mengusulkan untuk dibentuk Indonesia IoT Forum. Saya sudah berbicara dengan beberapa pihak, termasuk operator, dan mereka setuju. Insya Allah forum ini segera bisa diwujudkan," pungkasnya.