Search
Rabu 17 April 2024
  • :
  • :

Lebih Dekat dengan Sri Handayani: Bangga Jadi Ibu Kos Internet

MAJALAH ICT – Jakarta. Berawal dari profesi sebagai stand gate di majalah HAI, Kompas Group semasa kuliah di IKIP Bandung, Sri Handayani, atau akrab dipanggil Aie, menjadi sosok yang tak terpisahkan dari sejarah perkembangan Internet di Tanah Air. 

Dikenal sebagai ibu kos para penyelenggara Internet Service Provider di Indonesia, pendiri dan CEO PT Internetindo Data Centra (IDC) itu selain suka bicara ceplas ceplos juga dikenal galak dalam menerapkan aturan di antara ‘anak-anak’ nya dari kalangan ISP.

"13 tahun menjalani IDC Indonesia, mengurusi interkoneksi dari satu jaringan ke jaringan yang lain baik lokal maupun internasional sambil melihat perkembangan konten dalam dan luar negeri sambil nonton grafik pertumbuhan Internet indonesia lokal adalah satu yang membanggakan,” tutur Aie yang sebelumnya bercita-cita menjadi guru sambil menghisap pelan rokoknya.

Menurut dia, men-traceroute sebuah konten dari titik satu ke titik lain adalah satu kenikmatan tersendiri dalam dunia teknis, di mana setiap IP yang berjalan adalah sama dengan melihat orang berangkat dari mana mana menuju Senayan atau ke mana saja tujuannya sampai kembali lagi ke rumah.

 

""Kamus serat optik

Aie yang disebut juga kamus serat optik berjalan karena kemampuannya mengtahui pemetaan serat optik di Indonesia secara detail, menuturkan perkembangan Internet Indonesia dan konten di Indonesia sangat luar biasa. "Tetapi kenapa kita selalu merasa kecil dan ngga lebih hebat dari tetangga seberang yang kecil banget? ini yang kita harus sampaikan.”

Saya menyukai lukisan, termasuk lukisan serat optik, sehingga saya suka sekali menghubung-hubungkan serat optik satu dengan lainnya.

Di waktu senggang, Aie bersama suaminya, yang juga pemilik IDC Johar Alam, menghabiskan waktu seharian dengan menonton film.

"Bisa dari pagi sampai malam, karena di rumah ada server yang bisa menyimpan film dan musik-musik sampai 1 tera lebih,” ungkapnya.

Mimpi Aie yang hingga kini belum kesampai– an adalah tersebarnya infrastruktur serat optik di seluruh Indonesia, termasuk Indone– sia Timur, agar Internet bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia. (Twitter: @arifpitoyo)

Tulisan ini dan informasi-informasi mengenai perkembangan ICT Indonesia lainnya dapat dibaca di Majalah ICT Edisi No. 8-2013 di sini