MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata ternyata telah remsi menjual 3.500 menara miliknya dalam sebuah proses lelang. PT Solusi Tunas Pratama Tbk akhirnya menjadi pemenang lelang dengan menawarkan seluruh tower sebesar Rp. 5,6 triliun. XL dan STP pun telah meneken perjanjian pembelian aset.
Bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Pembelian Aset, XL dan Solusi Tunas juga menandatangani Perjanjian Induk Sewa Menara. Dalam pernajanjian tersebut, XL setuju untuk menyewa kembali menara yang telah dijual kepada Solusi Tunas untuk jangka waktu 10 tahun. XL juga mendapatkan persyaratan sewa yang kompetitif sebagai penyewa utama yang memberikan manfaat bagi XL berupa penghematan atas belanja modal dan biaya operasional perusahaan.
Menurut Direktur Utama XL Hasnul Suhaemi, penjualan menara dilakukan untuk menjalankan strategi pengurangan aset. "Penjualan menara kepada STP merupakan sebuah langkah positif untuk mencapai strategi pengurangan aset (asset light strategy),” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur Solusi Tunas Pratama Nobel Tanihaha mengatakan, melalui transaksi penjualan menara terbesar di Indonesia saat ini, antusias untuk menambah portfolio aset menara berkualitas dengan jumlah penyewaan yang memiliki potensi untuk penambahan penyewaan.
Dalam transaksi ini, Merrill Lynch (Singapore) Pte.Ltd (BofA Merrill Lynch) bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk XL. Sementara Standard Chartered Bank dan JP Morgan (SEA) Limited bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Solusi Tunas.

















